Tinta Media – Dunia video gim telah mengalami transformasi luar biasa dalam beberapa dekade terakhir. Apa yang awalnya hanya ditenagai grafik piksel sederhana dan dimainkan di konsol jadul, kini telah berkembang menjadi mahakarya visual interaktif yang setara dengan film blockbuster Hollywood.
Dunia gim merupakan industri hiburan digital yang mencakup berbagai aspek, mulai dari berita, esports, hingga beragam platform bermain yang dapat diakses melalui situs resmi. Layanan dan komunitas gim juga berkembang melalui pembelian voucher atau top-up yang mudah dan aman. Berbagai turnamen esports kompetitif untuk gim populer pun terus digelar. Peluang karier di industri esports juga semakin beragam, tidak hanya sebagai pemain profesional, tetapi juga di berbagai bidang pendukung lainnya.
Industri gim saat ini diramaikan oleh berbagai judul besar di sejumlah platform, seperti action RPG intens dari Game Freak dan gim pertarungan tag-battle pahlawan super Marvel yang tersedia secara eksklusif untuk PS5 dan PC. Masih banyak judul lainnya yang terus bermunculan. Beragam penawaran gim gratis dan layanan berlangganan juga semakin mudah ditemukan.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Saat ini, gim bukan lagi sekadar alat pelepas penat atau permainan anak-anak. Industri gim telah menjelma menjadi salah satu sektor hiburan terbesar di dunia, bahkan melampaui industri musik dan film jika digabungkan. Kompetisi gim profesional kini menawarkan hadiah bernilai jutaan dolar, stadion megah yang selalu dipenuhi penonton, serta atlet esports berprestasi yang memiliki jutaan penggemar. Platform game engine juga memberikan kebebasan bagi para kreator independen (indie developer) untuk menuangkan berbagai ide kreatif tanpa harus bergantung pada studio raksasa.
Ngeri juga! Jika tidak memiliki filter yang bersumber dari kesadaran diri, dunia gim akan terus bergerak dinamis seiring kemajuan teknologi, seperti virtual reality (VR) dan kecerdasan buatan (AI). Masa depan gim menjanjikan pengalaman yang makin imersif, yaitu keadaan ketika seseorang merasa benar-benar masuk, terlibat, dan seolah-olah berada langsung di dalam lingkungan buatan atau digital. Istilah ini sering dikaitkan dengan teknologi seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan ruang proyeksi visual. Batas antara dunia nyata dan dunia virtual pun terasa semakin tipis.
Gim telah membuktikan dirinya sebagai bentuk seni modern yang menyatukan teknologi, kreativitas, dan emosi manusia dalam satu genggaman. Wah, istighfar dulu, ya. Astaghfirullah. Hanya Allah Taala sebaik-baik pelindung. Aamiin Allahumma aamiin.
Bagaimana dalam Islam?
Pandangan Islam mengenai bermain gim atau video gim pada dasarnya dikembalikan kepada prinsip dasar hukum Islam (fikih), yaitu mubah (boleh) selama tidak melanggar batasan-batasan syariat. Gim diposisikan sebagai sarana hiburan atau rekreasi (tarwih) yang netral. Islam tidak melarang umatnya mencari hiburan atau menyegarkan pikiran (refreshing).
Nabi Muhammad saw. pernah bersabda kepada sahabatnya, Hanzhalah, mengenai pentingnya menyeimbangkan antara ibadah dan waktu istirahat: “Wahai Hanzhalah, ada waktunya (untuk beribadah) dan ada waktunya (untuk istirahat).” (HR Muslim)
Selama gim dimainkan sekadar untuk melepas penat dalam batas yang wajar dan tidak melalaikan kewajiban, hukumnya mubah. Namun, hukum gim dapat berubah menjadi makruh atau bahkan haram jika mengandung unsur-unsur yang melanggar syarak.
Misalnya, gim yang melalaikan kewajiban utama. Ini merupakan poin paling krusial. Jika bermain gim membuat seseorang meninggalkan salat tepat waktu, mengabaikan kewajiban terhadap keluarga, atau melalaikan tanggung jawab belajar dan bekerja, aktivitas tersebut menjadi haram. Terlebih jika terdapat unsur judi (maisir) dan taruhan. Gim yang menggunakan sistem taruhan uang asli, seperti pembelian loot box atau gacha dengan mekanisme spekulatif yang merugikan dan menyerupai perjudian, dilarang dalam Islam.
Selain itu, terdapat konten yang bertentangan dengan syariat. Contohnya, gim yang menampilkan adegan pornografi, kekerasan ekstrem yang tidak wajar, pelecehan terhadap nilai-nilai agama, atau mengajarkan sihir dan hal-hal mistis yang merusak akidah. Gim dengan kandungan semacam itu haram dimainkan.
Bahaya lainnya adalah kecanduan (addiction). Segala sesuatu yang membawa mudarat, baik berupa kerusakan fisik, mental, maupun sosial bagi pelakunya, dilarang dalam Islam. Hal ini sesuai dengan kaidah fikih: lā ḍarar wa lā ḍirār (tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain).
Potensi Positif dalam Pandangan Islam
Jika dimanfaatkan secara bijak, beberapa aspek dalam gim bahkan dapat sejalan dengan nilai-nilai kebaikan. Gim edukasi atau strategi, misalnya, dapat melatih ketangkasan, mengasah kecerdasan kognitif, dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.
Gim juga dapat menjadi salah satu sarana silaturahmi. Bermain gim bersama keluarga atau teman secara sehat dapat mempererat hubungan sosial (ukhuah) selama tetap menjaga adab dan tidak saling mencaci. Wallahu a’lam.
Oleh: Tjandra Sari Sutisno, M.Pd.
(Sahabat Tinta Media)
![]()
Views: 0





