Kelaparan Ekstrem di Gaza, Jihad dan Khilafah Solusinya

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Jika negeri ini sedang gegap gempita menyambut hari anak nasional, sangat jauh berbeda dengan apa yang saat ini terjadi di Gaza, Palestina. Penderitaan warga di Gaza tak kunjung usai dan mereda. Korban terus berjatuhan, terutama anak-anak. Bantuan pangan pun ditahan oleh Israel.

Akibatnya, sekitar 900 ribu anak di Gaza menderita kelaparan dan 70 ribu di antara mereka mengalami malnutrisi. Lebih dari 50 anak-anak Gaza yang meninggal akibat malnutrisi sejak 20 Juli 2025 sebagai dampak blokade Yahudi Israel.

Saat ini, penyebab kematian di Gaza bukan hanya senjata ataupun rudal, tetapi kelaparan ekstrem yang telah menggerogoti mereka. Sejak blokade pada 2 Maret 2025, truk bantuan yang masuk hanyalah sebatas simbolis. Stok pangan telah mendekati batas minus. (Antaranews.com, 16/05/2025)

Hampir 900 orang warga Gaza tewas saat berusaha mendapatkan makanan di pusat bantuan swasta. Di luar Gaza ada 6.000 truk penuh makanan, obat, dan kebutuhan pokok lainnya, tetapi tidak dapat masuk akibat blokade Zionis Israel. Mereka telah memutus pasokan obat-obatan penting, vaksin, dan peralatan medis yang dibutuhkan oleh sistem perawatan kesehatan Gaza. (Republika.co.id, 26/07/2025)

Selain itu, kelaparan ekstrem di Gaza diperparah dengan adanya pengepungan yang terus berlanjut oleh Zionis Yahudi. Hal ini akibat dari kelalaian penguasa negeri Muslim. Sejatinya, Zionis Yahudi dan antek-anteknya memanfaatkan situasi kelaparan sebagai alat untuk menggusur dan menundukkan rakyat Gaza.

Padahal, penyebab dari kelaparan ekstrem yang terjadi di Gaza bukan karena kelangkaan sumber daya alam, melainkan bentuk kekejaman dan pengkhianatan para penguasa yang menyerahkan seluruh kekayaan umat untuk kepentingan musuh. Mereka tidak mengizinkan umat untuk menyediakan apapun untuk bisa menopang kehidupan rakyat Gaza, khususnya anak-anak.

Jalur Gaza saat ini memasuki tahap yang sungguh mengkhawatirkan. Di Gaza kita dapat melihat orang-orang berkeliaran di jalanan tanpa makanan, sementara anak-anak meninggal dunia berturut-turut. Di tengah ketidakmampuan internasional yang tidak dibenarkan, kondisi ini juga memberikan gambaran betapa rusaknya tatanan negara saat ini.

Sistem sekularisme kapitalisme dengan jelas menunjukkan kerusakannya yang telah mengakar. Nilai-nilai kemanusiaan seolah mati terkubur di bawah dominasi ambisi-ambisi keji. Tak heran jika ambisi tersebut membenarkan genosida terhadap umat Islam di Gaza. Seharusnya, setiap manusia berhak mendapatkan perlindungan.

Berbagai kezaliman yang terjadi di Gaza tidak bisa diatasi hanya dengan kecaman retorik, doa, atau bantuan kemanusiaan saja. Sementara itu, para penguasa negeri muslim tetap diam, mati rasa, dan abai terhadap seruan Allah dan Rasul-Nya untuk membantu saudara seiman mereka yang tertindas. Keadaan ini seharusnya menjadikan umat Islam bangkit dari keterpurukannya selama ini.

Umat harus menyadari solusi hakiki bagi Palestina bukanlah diplomasi semu yang sudah terbukti kegagalannya. Umat Islam harus keluar dari ilusi sistem buatan manusia, kembali kepada Islam secara kaffah sebagai satu-satunya ideologi yang mampu mewujudkan keadilan sejati. Solusi sebenarnya yaitu jihad yang dipimpin institusi politik Islam yang disebut Khilafah. Hanya Khilafah yang mampu membebaskan bumi Palestina dan menjaga kehormatan umat dari kezaliman yang terus berlangsung saat ini.

Jemaah dakwah ideologis harus terus berada di garda depan dalam memimpin umat menuju kebangkitan sejati. Bergerak bersama mengembalikan kemuliaan Islam yang hanya akan terwujud dengan tegaknya Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dalam thariqah dakwah beliau.

Oleh karena itu, kebangkitan pemikiran umat harus terus diupayakan agar umat Islam mampu keluar dari jeratan pemikiran sekuler dan ikut berjuang secara sadar, terarah, dan istikamah bersama jemaah dakwah ideologis.

Allah Swt. berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.“ (QS ali-Imran: 104). Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Devi Anna Sari
Muslimah Peduli Umat

Views: 25

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA