Dunia Butuh Kepemimpinan Global yang Ideal dan Membawa Rahmat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dunia di bawah kendali Amerika Serikat (AS) dan ideologi kapitalismenya telah nyata rusak. Kapitalisme terbukti membuat manusia menjadi lemah dan menderita, terutama umat Islam yang banyak mengalami penindasan, pembantaian, penjajahan, hingga pemikiran umat Islam yang semakin menjadi sekuler (memisahkan agama dari kehidupan).

AS sebagai salah satu pemegang kepemimpinan global semakin menunjukkan arogansinya dengan melakukan serangan dan ancaman ke berbagai negara di dunia, termasuk Venezuela dan Iran. AS menggunakan berbagai cara, termasuk melakukan aneksasi (pencaplokan wilayah untuk dikuasai secara permanen) ke negara lain demi menguasai sumber daya alam mereka tanpa memedulikan tatanan hukum internasional dan kecaman masyarakat dunia.

Kondisi Iran yang memanas tak lepas dari strategi politik AS untuk menggoyang Iran agar tidak ada lagi kekuatan sebuah negara yang berani melawannya. Hampir sama seperti yang terjadi di Venezuela. Presiden AS, Donald Trump, menekan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro agar melepaskan kekuasaan dan meninggalkan negaranya. AS menuduh Venezuela membanjiri negaranya dengan narkoba akibat kartel perdagangan narkoba dilindungi oleh Maduro. Padahal, tidak pernah ada bukti yang diberikan AS kepada publik atas tudingan itu.

Ketika Trump menyatakan pasukannya berhasil menangkap Maduro, ia memberikan sinyal bahwa Washington akan segera mengendalikan politik Venezuela. Ia menyiratkan tidak akan membiarkan kekosongan kekuasaan di Venezuela diisi tanpa restu Washington.

Venezuela menuding tujuan AS adalah untuk mengambil alih minyak dan mineral di negaranya. Kecurigaan tersebut menguat setelah Trump menyatakan bahwa Washington akan sangat terlibat dalam industri minyak negara tersebut (Kompas.id, 05/01/2026).

Kepemimpinan Global Kapitalisme Gagal Memuliakan Manusia

Dengan strateginya, AS akan menggulingkan pemerintahan lama dan membentuk pemerintahan baru yang sesuai arahannya di negara-negara target. Tujuannya satu, menguasai kekayaan dan potensi yang dimiliki negara tersebut dengan memegang kendali politiknya.

Selain itu, kezaliman manusia kepada sesamanya pun kian banyak terjadi. Penjajahan di Gaza, pembantaian muslim di Myanmar, Uighur, India, dan di banyak negara di seluruh dunia. Semua menunjukkan kondisi dunia khususnya dunia Islam sedang terpuruk dan semakin buruk ketika sistem kapitalisme diterapkan.

Ditambah lagi, kerusakan lain akibat penerapan sistem kapitalisme adalah kerusakan alam. Faktanya, berbagai bencana ekologis telah banyak terjadi di dunia, seperti pencemaran (udara, air, tanah), penebangan hutan yang memicu banjir dan longsor, eksploitasi sumber daya alam berlebihan, hingga kecelakaan industri seperti ledakan nuklir maupun tumpahan minyak, bahkan masalah iklim seperti pemanasan global yang mengancam keanekaragaman hayati dan kesehatan manusia secara global. Semua itu akibat ulah nakal manusia produk kapitalisme yang hanya mementingkan kepentingan dan keuntungan pribadi.

Berbagai kerusakan yang terjadi di dunia adalah akibat keserakahan dari kepemimpinan kapitalisme global. Ideologi kapitalisme sekuler telah merusak sendi-sendi kehidupan terutama umat Islam, baik dalam hal akidah, muamalah, akhlak, ekonomi, politik, sosial budaya, dan pendidikan.

Urgensi Keberadaan Jemaah Dakwah Ideologis

Kerusakan dunia akibat gagalnya kepemimpinan global kapitalisme harus dihentikan. Umat harus diingatkan akan keberadaan Islam sebagai sebuah ideologi yang pernah berhasil memimpin dunia selama sekitar 14 abad. Umat dari berbagai suku, agama, dan ras hidup aman dan tentram di bawah naungan kepemimpinan Islam (Khilafah).

Dari sinilah pentingnya keberadaan sebuah jemaah dakwah ideologis yang aktivitasnya untuk mengembalikan kehidupan Islam. Pengemban dakwah harus lebih gencar mengingatkan dan memahamkan umat akan kebutuhan tegaknya kepemimpinan ideologi Islam. Sebab, hanya Khilafah dengan ideologi Islamnya yang akan dapat melawan hegemoni AS dan ideologi kapitalisnya yang nyata tidak ideal dan merusak tatanan kehidupan manusia.

Kepemimpinan Islam satu-satunya harapan manusia untuk mengembalikan tatanan kehidupan dunia yang ideal dan penuh rahmat. Sebab, hanya Islamlah yang mampu memanusiakan manusia. Khilafah Islam tak hanya melindungi umat Islam, tetapi juga melindungi seluruh manusia baik muslim maupun nonmuslim dari kezaliman, kemungkaran, kemaksiatan, dan berbagai kerusakan atau bencana.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.“ (QS Al-Hujurat: 13)

Dalam firman Allah itu jelas bahwa Allah menciptakan manusia berbeda suku dan bangsa agar saling mengenal, bukan saling membanggakan dan merendahkan, bukan saling menguasai dan menyakiti. Dengan begitu, jelas bahwa Islam memandang semua manusia sama, yang membedakan adalah takwanya. Wallahualam bissawab.

Oleh: Wida Nusaibah
Pemerhati Masalah Global

Loading

Views: 20

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA