Maraknya Kecelakaan, di Mana Jaminan Keamanan Perjalanan?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kecelakaan adalah sebuah musibah yang tak dapat dihindari, dan kita sebagai manusia hanya dapat menerima segala ketetapan-Nya yang telah terjadi. Namun maraknya kasus kecelakaan, ini justru menunjukkan dengan jelas bahwa negara yang kita singgahi saat ini tidak dapat memberikan jaminan
keselamatan dalam perjalanan bagi rakyatnya.

Seperti halnya kecelakaan yang terjadi di Ciater, Subang,
Jawa Barat. Bus Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan pelajar dari SMK
Lingga Kencana kota Depok, terlibat kecelakaan maut yang menyebabkan 11
penumpang tewas, korban terdiri dari Sembilan orang siswa Lingga Kencana,
Depok, Jawa Barat, seorang guru, dan seorang warga sekitar kejadian.

Diduga faktor kecelakaan Bus tersebut disebabkan karena
adanya rem blong pada bus. “Adapun pada aplikasi Mitra Darat, bus tersebut
tercatat tidak memiliki izin angkutan,” ujar Kepala Bagian Hukum dan Humas
Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kemenhub Aznal dalam keterangan di Jakarta
pada Sabtu. Dilansir dari CNN Indonesia, Ahad 12 Mei 2024.

Kendaraan umum adalah alat transportasi yang seharusnya
diberikan kepada rakyat dengan harga murah atau gratis, dan dijamin keamanannya.
Namun faktanya, tarif yang diberikan kepada penumpang terus mengalami kenaikan
yang membuat rakyat makin sengsara. Pasalnya dengan tarif transportasi yang
mahal, akhirnya rakyat lebih memilih untuk menggunakan sarana transportasi yang
lebih murah nan berisiko pada keselamatan penumpang itu sendiri.

Negara seharusnya dapat bertanggung jawab dalam menyediakan
sarana transportasi yang layak dan murah bagi rakyatnya. Namun hal tersebut
tidak akan terealisasi, sebab sistem kapitalisme saat ini hanya mementingkan
kepentingan penguasa semata tanpa mempedulikan rakyatnya, dengan kata lain
rakyat hanya mendapatkan setetes kekayaan yang terdapat dalam negeri ini.

Rakyat pun hanya dapat memandangi kondisi buruk jalanan yang
tak kunjung ada perbaikan dari pemerintah. Seharusnya kondisi jalan merupakan
problem yang perlu diutamakan kelayakannya, lantaran jalan amat berpengaruh
bagi keselamatan pengendara.

Mirisnya lagi, negara justru abai dalam mengontrol kelayakan
infrastruktur jalan ataupun sarana transportasi yang ada dalam negeri ini,
alhasil rakyat tidak pernah mencicipi fasilitas negara yang memadai. Lantaran
kondisi yang mereka rasakan saat ini adalah akibat hidup dalam sistem
kapitalisme, sistem yang mencampakkan aturan-aturan Allah Subahanahu wata’ala, sebagaimana
firman-Nya dalam Q.S Taha 129,

“Dan barang siapa berpaling dari peringatanku, maka sungguh
dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada
hari kiamat dalam keadaan buta.”

Oleh karena itu kita butuh pada sistem yang dapat
menuntaskan semua problematika kehidupan, tiada lain yakni hanya dengan sistem
Islam. Jika Islam dijadikan sebagai ideologi, maka problem seperti ini tidak
akan terjadi.

 Karena Allah telah
memerintahkan bahwa keberadaan negara itu ialah sebagai raa’in (pelayan) bagi
rakyatnya, sebagaimana sabda Rosul;

“Imam (kholifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia
bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya. (HR Bukhori).

Dengan negara menjadi raa’in inilah yang menjadikan negara
bertanggung jawab penuh dalam memberikan pelayanan terhadap rakyat, sehingga
sarana transportasi murah dan aman akan dengan mudah diakses oleh seluruh
rakyat. Sebab dalam Islam negara berkewajiban memberikan pengawasan yang serius
dan sungguh-sungguh dalam membangun infrastruktur.

Islam memiliki 3 mekanisme tuntas mengenai jaminan
keselamatan dalam perjalanan:

Negara Islam akan menerapkan standar keamanan terbaik sesuai
dengan perkembangan teknologi paling mutakhir. Hal ini merupakan bentuk
pelayanan negara atas rakyatnya, bukan dianggap sebagai beban negara seperti
halnya konsep negara kapitalisme.

Negara Islam akan memberikan saksi tegas dan menjerakan bagi
pelanggar, dengan begitu tidak akan ada sarana transportasi yang tidak memiliki
izin angkutan ataupun ilegal, sehingga problem mengenai pengelola bus yang
ilegal dan tidak memiliki izin, tidak akan terulang kembali.

Negara juga akan memberikan infrastruktur yang medan
perjalanan yang aman dan tidak membahayakan keselamatan pengendara. Beginilah
potret negara jika Islam dijadikan sebagai ideologi, jadi mari kita wujudkan
kehidupan Islam untuk kemaslahatan umat. Wallahu a’lam bissowab.

Oleh: Syifa Rafida, Sahabat Tinta Media 

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA