Mengingat Mati, Mencegah dari Kemungkaran

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian. Tidak usah bertanya kapan datangnya. Kematian itu pasti dan kapan pun bisa datang tanpa kita sadari. Semua orang pasti akan mengalami kematian, termasuk juga pemimpin yang sedang berkuasa dan berjaya saat ini. Pemimpin yang dulu sangat berkuasa satu per satu sudah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya.

Banyak orang yang kita kenal sudah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya, padahal sebelumnya masih sempat bertegur sapa dan mengobrol bersama. Pada waktunya nanti giliran kita untuk meninggalkan semua yang kita miliki di dunia untuk menghadap-Nya. Saat ajal datang, semua kemewahan dan jabatan yang selama ini dibanggakan tidak ada gunanya. Semua akan kita tinggalkan, kecuali amalan kebaikan yang bernilai ibadah.

Kematian itu pasti datang menghampiri. Lalu, apa yang sudah kita siapkan? Sudahkah kita menyadari semua dosa dan kesalahan masa lalu, kemudian memutuskan untuk bertobat? Apakah kita sudah melakukan amalan terbaik sebelum kematian datang menjemput? Hanya jejak-jejak kebaikan selama hidup di dunia yang menjadi teman sejati dan penolong setelah mati, sementara semua yang kita banggakan tidak lagi berguna saat kita menghadap-Nya. Tidakkah kita menyadarinya?

Jangan sampai kita disibukkan dengan kesenangan dunia yang menipu sehingga lupa menyiapkan bekal kehidupan akhirat. Dunia hanya sementara, sedangkan akhirat kekal untuk selama-lamanya. Tidak perlu ikut-ikutan gaya hidup hedonis hingga lupa tujuan hidup yang sebenarnya. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Dengan mengingat mati, kita akan lebih berhati-hati agar tidak tergelincir dalam perbuatan dosa yang menjadi penghalang untuk masuk surga setelah mati, sebaik-baik tempat kembali.

Jika kita diberi nikmat dunia, jangan sampai lupa diri, tetapi perbanyaklah bersyukur agar hidup terasa indah dan berkah. Saat kita diuji dengan kesulitan, jangan berputus asa dan mengeluh, karena semua akan berganti dengan kemudahan. Belajar bersabar dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar kita selalu ingat kepada-Nya. Dunia bukanlah tujuan, tetapi tempat menebar benih kebaikan agar hasilnya bisa kita petik nanti di akhirat.

Mengingat kematian akan menjaga langkah kita pada tujuan hidup yang lurus dan mulia. Setiap hendak berbuat dosa, kita teringat bahwa kematian itu dekat sehingga segera menyadari dan bertobat. Dengan mengingat kematian, langkah kaki kita terjaga agar terus berjalan di jalan yang lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan yang mendapat murka-Nya, dan bukan pula mereka yang tersesat. Kita bisa merasakan nikmat dunia, terlebih nanti di akhirat akan memperoleh balasan surga, sebaik-baik tempat kembali.

Sungguh indah jika pemimpin mau mengingat kematian. Mereka akan amanah menjalankan tugasnya. Mereka takut melakukan korupsi dan menerima gratifikasi. Mereka siap melayani dengan sepenuh hati karena itu akan menjadi bekal nanti setelah mati. Semua orang akan berlomba-lomba melakukan kebaikan dan saling menasihati dengan kebenaran serta kesabaran jika mereka ingat mati. Sungguh indah jika semua orang menyadari bahwa kematian itu dekat dan pasti terjadi. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Mochamad Efendi
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 29

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA