Perbedaan Ekonomi Syariah dengan Sistem Konvensional

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Perbedaan antara ekonomi Islam dan ekonomi konvensional bisa dilihat dari definisinya itu sendiri. Ekonomi konvensional adalah mempelajari cara manusia memenuhi kebutuhan tidak terbatas mereka dengan sumber daya yang terbatas, sementara ekonomi Islam mempelajari cara manusia memnuhi kebutuhan hidup mereka untuk mencari kedamaian dan kesejahteraan dunia dan akhirat.

Ada beberapa perbedaan prinsip ekonomi Islam dan ekonomi konvensional, dari prinsip ekonomi islam itu sendiri berupa :

1. Keadilan, dimana berbuat adil dan tidak menzalimi pihak lain demi keuntungan.
2. Keimanan, adanya pertanggung jawaban kita kepada Allah di akhirat.
3. Kenabian, menjadikan nabi sebagai teladan dalam melakukan aktivitas didunia terutama di perekonomian.
4. Pemerintahan, harus memastikan arus ekonomi yang baik.
5. Hasil, hasil yang diperoleh di dunia akan menjadi hasil di akhirat kelak.

Jadi dari kelima nilai ini, Islam melarang adanya riba dalam aktivitas jual beli.

Adapun hal yang berbeda dari ekonomi konvensional yaitu mengacu pada memperbanyak keuntungan. Dari setiap perusahaan yang pasti bertujuan mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Serta untuk mencapai kesejahteraan perusahaan itu sendiri.

Selanjutnya bisa dilihat dari profit (keuntungan), di mana ekonomi syariah mendapatkan keutungan dari jasa itu sendiri yang secara adil serta adanya resiko, sedangkan dalam ekonomi konvensional dia mengambil keuntungan yang besar jumlahnya dan dapat memberatkan dari pihak si peminjam.

Tujuan dari sistem ekonomi syariah itu dia mengutamakan keseimbangan antara keuntungan dan manfaat dalam sosial. Semua kegiatan harus membawa maslahat bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan individu. Sebaliknya jika ekonomi konvensional dia hanya mengutamakan pasarnya dan pertumbuhan ekonomi tanpa melihat dampak sosial secara langsung.

Kesimpulannya, ekonomi syariah itu lebih untuk membantu orang-orang secara adil di mana dia menerima keutungan dari jasa yang didapat dan sejalan dengan resiko. Sedangkan ekonomi konvensonal dia mengacu pada pengambilan keuntungan yang sebesar-besarnya untuk menyejahterakan perusahaannya dan dapat memberatkan pihak peminjam.

 

 

Oleh: Hana Nursalimah
Mahasiswa STEI SEBI, Prodi Manajemen Bisnis Syariah

Loading

Views: 11

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA