Ramadan Bulan Keberkahan, tetapi Kemaksiatan Masih Berjalan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ramadan adalah bulan penuh kemuliaan, sebagaimana disabdakan Rasulullah, “Jika bulan Ramadan datang, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, serta setan dibelenggu.” (HR. Muslim).

Tentu yang menjadi pertanyaan adalah mengapa masih ada kemaksiatan di bulan Ramadan? Menurut Al Hafizh Ibnu Hajar, maksud dari setan dibelenggu pada hadis tersebut adalah setan tidak malas dalam menggoda kaum muslimin sebagaimana bulan lainnya. Ini karena kesibukan dengan ketaatan seperti puasa, tarawih, zikir, membaca Al-Qur’an, serta amal soleh lainnya yang membuat setan terbelenggu.

Al Jazairi mendefinisikan setan adalah segala bentuk yang mengarah kepada kedurhakaan, tidak terbatas hanya golongan jin tetapi juga manusia. Sehingga, boleh jadi setan dari golongan jin itu terbelenggu, tetapi dalam wujud manusia berkeliaran. Contohnya, di bulan Ramadan banyak tempat-tempat kemaksiatan yang masih tetap berjalan, seperti diskotik, tempat-tempat judi, dan kemaksiatan lainnya.

Walaupun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, khususnya Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Andhika Perkasa Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan pengumuman Nomor e-0001 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M. Dalam pengumuman itu terdapat pengaturan mengenai operasional usaha pariwisata di Jakarta selama Ramadan, yang diwajibkan tutup H-1 Ramadan dan H+1 Ramadan. Jenis usaha yang dimaksud meliputi club-club malam, diskotek, mandi uap, rumah pijat, dan arena kemaksiatan lainnya, metrotvnews.com, Jum’at 28/02/2025.

Akan tetapi anehnya, kebijakan ini ada pengecualian. Untuk jenis usaha yang diselengarakan di hotel bintang empat dan bintang lima masih bisa beroperasi.

Peraturan tersebut tentu hanya untuk keuntungan penguasa dan pemasukan kas negara. Buktinya, sejumlah diskotek di Jakarta boleh beroperasi selama Ramadan, hanya waktunya saja diatur. Mereka merasa bahwa adanya pengaturan jam operasi tempat hiburan selama Ramadan menunjukan kebijakan penguasa. Padahal, jelas ini tidak benar-benar memberantas kemaksiatan.

Inilah dampak pengaturan berdasarkan pada sistem kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Sistem kapitalisme yang digunakan sekarang ini adalah sistem yang rusak yang hanya berorientasi pada asas kemanfaatan, meski melanggar ketentuan syariat. Bahkan, kehadiran bulan mulia ini pun tidak mampu mencegah praktik-praktik kemaksiatan dan berulang di setiap tahunnya. Inilah bukti nyata dari sekularisasi.

Sejatinya, kemaksiatan hanya bisa diberantas dengan penerapan syariat Islam secara kaffah dalam naungan sistem negara yang berdasarksn syariat Islam yang bernama sistem khilafah. Ini karena dalam sistem Islam, semua kemaksiatan ada hukumnya. Ada sanksi yang sangat tegas, termasuk hiburan dan pariwisata yang bertentangan dengan kebijakan syariat.

Sistem pendidikan Islam juga berperan dalam menghasilkan individu bartakwa yang berkepribadian Islam, dengan pola pikir dan pola sikap yang senantiasa berpegang pada syariat Islam, baik dalam memilih hiburan, tempat usaha, atau pun pekerjaan.

Selain itu, para penguasa menjalankan tugasnya sebagai ra’in (pengurus) rakyat dengan penuh tanggung jawab, amanah, dan dilandasi ketakwaan yang tinggi, sehingga rakyat terjaga dari berbagai kemaksiatan, khususnya di bulan Ramadan karena berbagai kebutuhan dasar hidupnya diurusi dan dipenuhi oleh negara. Dengan demikian, rakyat bisa berkonsentrasi untuk beribadah tanpa terganggu berbagai masalah atau kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pokok diri dan keluarganya. Begitu sempurna syariah Islam mengatur kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupannya. Wallahu a’lam bish shawwab

 

 

 

 

Oleh: Ema

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 11

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA