Masjid Al-Aqsa, Simbol Kesatuan dan Keberkahan Umat Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Masjid Al-Aqsa terancam roboh setelah pembuatan terowongan di bawah tanah yang terus dilakukan oleh Zionis Israel. Peringatan pun sudah disampaikan oleh Gubernur Yerusalem agar Zionis Israel menghentikan penggalian terowongan tersebut. Diduga tindakan ini merupakan rencana busuk Zionis untuk merusak situs sejarah umat Islam. (cnnindonesia.com, 25/10/2025)

Terowongan yang dibuat di bawah Masjid Al-Aqsa ini menghubungkan Kota Daud yang dibangun dari dinding batu—asal mulanya jalur air bersih yang dikeringkan dan sekarang diubah menjadi museum, sinagoge, dan jalur wisata Yahudi. Keberadaan terowongan ini mengancam insfrastruktur Masjid Al-Aqsa. Penggalian lorong tersebut murni bernuansa politik sebagai kendali Zionis Israel atas tempat suci umat Islam dan kampanye sistematis untuk menghapus identitas Islam di Al-Aqsa

Telah nampak jelas kejahatan yang dilakukan oleh Zionis Yahudi dengan kejinya memusuhi umat Islam. Mereka berusaha untuk melenyapkan dari semua sisi hingga tempat penuh makna bagi umat Islam pun berusaha untuk dihancurkannya. Saat ini Zionis seolah mendapatkan angin segar dengan disepakati atas solusi dua negara, yaitu pengakuan atas kemerdekaan negara Palestina dan diakuinya negara Israel.

Sungguh miris, seolah semua negara terutama negeri kaum Muslimin membiarkan dan melegalkan penjajah untuk memiliki negara jajahannya. Akankah solusi dua negara mampu menghentikan kebiadaban Zionis Israel terhadap Palestina? Padahal, tabiat Zionis Yahudi selalu berkhianat dan tidak pernah menepati kesepakatan apa pun.

Masjid Al-Aqsa bagi umat Islam memiliki riwayat sejarah yang panjang—tidak hanya merupakan bangunan masjid saja, tetapi ada makna dari suatu keimanan yang berkaitan dengan keutamaan ibadah. Sebagaimana banyak hadis Rasulullah yang meriwayatkan keutamaan masjid Al-Aqsa yang diberkahi.

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh melakukan perjalanan jauh (dengan maksud ibadah) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Rasulullah (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa.” (HR. Al-Bukhari no. 1189, Muslim no. 1397)

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Abu Darda’ r.a., Rasulullah saw. bersabda: “Keutamaan salat di Masjidil Haram dibandingkan dengan masjid lainnya adalah seratus ribu kali lipat, di masjidku (Masjid Nabawi) seribu kali lipat, dan di Masjid Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa) lima ratus kali lipat.” (HR. Ath-Thabrani, dari Abu Darda’)

Semua ini menegaskan betapa pentingnya keberadaan Masjid Al-Aqsa. Umat Islam tidak pernah melupakan sejarah Masjid Al-Aqsa ketika berada dalam penjagaan kekuatan kaum Muslimin. Masjid Al-Aqsa merupakan kiblat pertama sebelum Rasulullah mendapat perintah salat menghadap ka’bah di Makkah.

Yerusalem ditaklukkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab r.a. pada tahun 638 Masehi. Penaklukan ini menandai awal kekuasaan Islam atas kota suci tersebut. Setelah terjadinya Perang Salib, Yerusalem kembali ke tangan kaum Muslimin pada masa Shalahuddin Al-Ayyubi pada tahun 1187 Masehi. Pada masa Zionis Yahudi sekarang, serangan itu lebih teroganisasi dan sangat berbahaya dengan tujuan mereka untuk merusak dan mengendalikan Al-Aqsa.

Masjid Al-Aqsa merupakan simbol kesatuan umat Islam. Kondisinya yang kini berada di bawah kendali Zionis menjadi bukti bahwa umat Islam sedang berada dalam keadaan terpecah dan tersekat oleh batas-batas bangsa.

Untuk mengembalikan simbol penuh berkah itu ke dalam genggaman umat Islam, hanya dapat dilakukan dengan menyatukan umat dalam satu komando, satu kekuatan, dan satu kepemimpinan, yaitu Khilafah Islamiyyah. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Farida Zahri,

Muslimah Peduli Generasi

Views: 49

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA