Tinta Media – Serangan yang dilakukan oleh Zionis Israel masih terus berlangsung hingga saat ini. Dikutip dari CNBC Indonesia News, total korban jiwa telah mencapai lebih dari 56.412 orang. Di tengah agresi militer yang tiada henti, para penguasa negara-negara Muslim justru terkesan berkhianat mereka memilih bungkam atas kekejaman yang dilakukan oleh Israel.
Sementara itu, solusi dua negara yang selama ini dikedepankan ternyata tidak memberikan solusi yang berkelanjutan bagi kemerdekaan rakyat Gaza. Faktanya, Israel tidak pernah benar-benar berniat mengakui kemerdekaan Gaza secara utuh. Bahkan, hingga hari ini, Gaza masih dilanda krisis kemanusiaan, termasuk kelaparan, akibat blokade yang diberlakukan oleh Israel.
Solusi dua negara yang terus digaungkan di tengah agresi yang berlanjut ini tidak mampu menyelesaikan konflik secara menyeluruh. Dalam kanal YouTube UIY Official pada Ahad (31/5), M. Ismail Yusanto menyampaikan, “Bagaimana mungkin kita menyuarakan solusi dua negara, yang pada hakikatnya merupakan bentuk legitimasi terhadap penjajahan, sementara di sisi lain kita mengatakan bahwa penjajahan harus dihapuskan? Jika solusi ini diikuti, maka penjajahan bukan hanya tidak dihentikan, tapi justru dilegalkan dan diperkuat. Ini jelas bertentangan dengan amanat konstitusi kita.”
Lalu, bagaimana dengan suara dan sikap para penguasa Muslim saat ini? Sudahkah mereka bersuara dan bertindak demi kemerdekaan saudara-saudara Muslim mereka di Gaza? Realitasnya sangat mengecewakan. Mereka justru diam, sibuk dengan urusan dalam negeri masing-masing, serta menjalin hubungan diplomatik dengan pihak yang secara terang-terangan menyerang wilayah Palestina.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 39:
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌۙ
“Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka.”
Konflik ini memerlukan solusi yang hakiki yakni melalui penerapan Islam secara menyeluruh, jihad, dan keberadaan Khilafah. Islam akan membangkitkan kesadaran ideologis umat Muslim agar bersatu. Dengan persatuan itulah umat akan siap berjuang dan berjihad demi membebaskan tanah suci Palestina.
Tanpa adanya jihad dan Khilafah, kemerdekaan Palestina akan sulit tercapai. Tanah suci tersebut merupakan amanah besar yang harus terus diperjuangkan hingga terbebas dari penjajahan. Oleh karena itu, semestinya para penguasa Muslim mengirimkan bala tentara mereka ke medan perang di Palestina untuk menghadapi agresi dan membebaskan negeri yang diberkahi itu.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Oleh : Azkia Humaira
Sahabat Tinta Media
Views: 53
















