Menjaga Lisan, Hati, dan Perbuatan dari Azab Allah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Hati-hati dengan lisanmu! Ibarat belati yang tajam, dia bisa melukaimu. Seperti yang terjadi pada anggota DPRD Gorontalo yang dipecat setelah videonya viral dengan selingkuhannya yang dengan bangga mengatakan telah merampok uang negara. Dia dipecat oleh partainya dan kini kabarnya berjualan es batu untuk menyambung hidupnya.

Masih segar dalam ingatan kita, anggota DPR dan pejabat juga menjadi target kemarahan rakyat karena kata-katanya yang menyakitkan. Rumah mewah mereka dijarah dalam sebuah aksi demo anarkis karena kata-kata mereka yang arogan pada rakyat yang harusnya mereka perhatikan dan perjuangkan. Menyebut rakyat tolol dan guru beban negara sungguh tidak pantas diucapkan oleh mereka yang harusnya tugasnya mengurusi urusan rakyat.

Saat lisan tidak terjaga, maka bisa mendatangkan bahaya pada diri sendiri. Seperti kata pepatah, mulutmu harimaumu. Selain lisan harus terjaga, hati dan perbuatan harus juga dikaitkan dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Ingatlah, Allah Maha Tahu apa yang kita tampakkan ataupun yang tersimpan di dalam hati. Meskipun mulut manis mampu mengelabui pandangan manusia dengan berbagai pencitraan, tetapi Allah Maha Tahu dengan apa yang tersimpan di dalam hati. Ingatlah pengadilan akhirat pada suatu hari saat ditampakkan semua rahasia. Saat mulut terkunci dan tidak lagi membela diri. Tangan yang berbicara dan kaki sebagai saksi atas apa yang sudah diperbuat selama di dunia.

Jadi, jangan merasa aman dari azab Allah karena merasa bisa menjaga lisan dan terlihat baik di hadapan manusia. Padahal, hati dipenuhi penyakit, ambisi kekuasaan, dan menjadi pemimpin yang tidak amanah yang hanya memikirkan diri sendiri. Sungguh, tunggu azab Allah yang sangat pedih pada hari pembalasan di pengadilan akhirat.

Jangan merasa aman di dunia atas kejahatan pada rakyat yang sudah dilakukan karena uang dan kekuasaan bisa membeli hukum di dunia. Dengan uang dan kekuasaan bisa membayar buzzer dan para penjilat yang siap membela demi uang dan jabatan. Namun, saat waktunya tiba, semua yang kita banggakan tidak lagi berguna dan tidak bisa menjadi penolong kita. Hanya amalan kebaikan yang dikerjakan untuk menggapai rida Allah Swt. yang akan menjadi teman sejati saat kita mati.

Para pejabat, janganlah kau merasa aman dengan kekayaan dan kekuasaan yang kau punya! Ingatlah, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban nanti di pengadilan akhirat. Sebelum terlambat, segeralah bertobat dan memperbaiki semua kesalahan. Jadilah pejabat amanah yang hanya takut pada Tuhan yang menciptakan hidup dan mati meskipun tidak melihat-Nya agar kamu termasuk orang-orang yang beruntung dan layak mendapatkan surga-Nya. Wallahualam bissawab.

Oleh: Mochamad Efendi
Sahabat Tinta Media

Views: 20

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA