Cantik Itu Relatif, Takwa Itu Menarik

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Hi sahabat smart, apa yang terlintas dalam benak kalian
ketika dengar “Aura Magrib”? Eitz, gimana? Gimanaaa? Aura itu kan
semacam vibes dari seseorang gitu kan, misal auranya positif (vibes positif)
tapi kok disandingkan dengan magrib? Dimana magrib itu kan nama ibadah sholat
kaum muslimin ya.. Ga bahaya tah?

Mirisnya zaman now, hujatan netizen itu kebablasan bin
keblinger. Tanpa aturan dan krisis moralitas! Sekarang sangat sulit membedakan
mana putih? Mana hitam? Mana Benar? Mana salah? Semua beradu jadi satu, campur
baur tanpa skat.

Sahabat smart perlu kita kupas tuntas seperti apa yang
melatarbelakangi multitafsir esensi cantik pada hari ini, dan bagaimana standar
Kecantikan di dalam Islam agar ga saling hujat, hihi…

*Cantik Harus Good Looking*

Seorang perempuan pada dasarnya terlahir cantik, hanya saja
perkembangan zaman yang begitu pesat esensi cantik menjadi relatif dan hanya
berjibaku pada fisik semata. Misal cantik ketika memiliki hidung mancung, kulit
putih, muka glowing, atau ada anggapan sebaliknya. Bisa juga  berdasarkan stylenya, baju sexi, leher putih
itu cantik.

Esensi kecantikan hari ini menjadi multitafsir, benar sesuai
standar netizen. Cantik berdasarkan fisiknya aja, kalo good looking berarti
cantik, semua hanya pada tataran performance semata. Wajar saja realitas hari
ini, setiap orang bebas membuat aturan, jadi standarnya bisa berbenturan.
Realitasnya yang salah bisa menindas, yang benar habis-habisan di hujat.

Kalau kita telisik dan pahami lebih dalam, kita berada di
era digital natives, dimana semua elemen sudah terbiasa dengan teknologi dan
gadget masing-masing. Berangkat dari sini, semua bisa diakses menggunakan
gadget atau smartphone masing-masing. Baik dari segi, tontonan, media sosial,
marketplace, hiburan, fashion, dsb.

Lahirlah cara berpikir kapitalisme, pemahaman yang
beranggapan bahwa apa yang dikerjakan berpeluang menghasilkan cuan. Sehingga
banyak sekali iklan, promo bahkan tips and trik agar menjadi cantik. Sehingga
mayoritas perempuan insecure ketika warna kulit gelap, muncullah mindset kalau
mau cantik ya perawatan. Semakin konsumtif, maka profit pemilik modal semakin
tinggi.

Mindset seperti ini yang keliru, sehingga banyak perempuan
Yang terjebak dan tersesat. Jadi kalau fokus ke fisik rasanya terlalu sombong
mendekte Tuhan (Al-Khaliq). Cantik tak menarik memang untuk perempuan muslimah
dengan pakaiannya dan fisik yang dipoles mungkin ala kadarnya mengikuti aturan
dilarang tabarruj.

*Cantik Dalam Pandangan Islam*

Lain ladang lain ilalang, cantik versi islam itu indah,
karena tidak berorientasi pada fisik. 
Relate dengan sabda Rasulullah, bahwa Allah tidak memandang dari Tubuh,
rupa, ataupun fisik kalian. Melainkan dari hati dan amalan kalian. (HR.
Al-Bukhori). Berhubung segala sesuatu perbuatan manusia akan diminta
pertanggungjawaban di hadapan Allah seperti dalam QS. Al-Anbiya ayat 47 dan
cita-cita manusia diakhir kehidupannya bermuara ke surga, tentu kita fokus pada
ranah manusia atau apa yang bisa kerjakan.

Sederhananya, Allah tidak akan bertanya warna kulit, ras
apa, atau bentuk fisik kalian? Karena itu adalah ranah Allah sang maha
pencipta. Allah akan mempertanyakan apa yang kita kerjakan selama didunia.
Menolong agama Allah kah? Menolong saudaranya kah? Beribadahkah? Atau
sebaliknya, membuat kerusakan dan perpecahan? Sahabat smart, jadi yang
membedakan manusia dihadapan Allah bukan paras yang rupawan atau kecantikannya
melainkan idroksilabillah (kesadaran hubungan dengan Allah) yaitu ketakwaan
semata tanpa unsur lain.

Sudah saatnya move on dan hijrah dari pemahaman kapitalisme
ke islam, tinggalkan candaan yang unfaedah. Perbaiki iman dan semua akan
terlihat cantik versi masing-masing individu. Di notes ya sahabat smart,
perempuan semakin beriman semakin cantik. Hihi

Wallahu’alam Bisowab.

Oleh: Novita Ratnasari, S.Ak. (Penulis Ideologis)

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA