Tinta Media – Penderitaan di Gaza masih belum berakhir. Meskipun ada Forum Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dunia, tetapi tetap saja Gaza masih dibombardir.
Saat ini, nyawa para tahanan Palestina sedang dipertaruhkan. Hukuman mati yang tak seharusnya mereka dapatkan menjadi mimpi buruk bagi rakyat Palestina. Di manakah letak keadilan dan keselamatan bagi rakyat Palestina di saat demokrasi diagungkan sebagai simbol perdamaian dunia?
Parlemen Israel (Knesset) pada hari Senin (30/3/2026) mengesahkan undang-undang kontroversi yang mengizinkan hukuman mati bagi tahanan Palestina. RUU tersebut disetujui dalam pembacaan kedua dan ketiga dengan 62 suara mendukung, 48 menentang, dan satu abstain (laporan harian Yedioth Ahronoth). Kebijakan ini tentu menuai kritik tajam dari negara-negara Eropa dan kelompok hak asasi manusia karena dinilai diskriminatif dan melanggar UU International. Lahirnya UU tersebut menandai eskalasi signifikan dalam sistem pemidanaan Zionis yang sekaligus menunjukkan kegagalan mereka dalam mengintimidasi para penduduk Palestina agar menghentikan perlawanan.
Di sisi lain, keberanian Zionis mengesahkan UU yang dipandang berlawanan dengan UU International menunjukan level kezaliman dan kejumawaan yang memuncak di hadapan ketidakberdayaan umat Islam di dunia yang cuma bisa mengecam atau bahkan diam.
Saat ini, dunia sedang tidak baik-baik saja. Perang antara Iran melawan Israel dan Amerika belum juga selesai. Efeknya merambat pada kenaikan harga-harga pangan yang kian melambung. Bahkan, harga plastik pun saat ini sedang meroket. Nasib rakyat makin terjepit.
Beginilah ketika syari’at Islam tidak diterapkan, dan hukum-hukum buatan manusia yang dipergunakan. Maka, tunggulah kehancuran dan kebinasaannya.
Umat Islam di dunia, terutama para penguasa dan tokohnya tidak pantas berdiam diri atau merasa cukup dengan hanya menyampaikan kecaman, dengan menyaksikan saudara-saudara di Gaza yang sampai saat ini masih terjajah. Harusnya, mereka berani melakukan langkah-langkah politik untuk membungkam kebiadaban Zionis di bawah dukungan Amerika.
Saatnya umat Islam bangkit dan bersatu, menuju perubahan yang hakiki, dengan menggagas perubahan yang mendasar melalui dakwah Islam politik ideologis sesuai metode dakwah Rasulullah saw. Umat sudah cukup dihadapkan dengan banyak fakta bahwa tidak mungkin berharap pada kepemimpinan yang tidak tegak atas dasar Islam. Umat harus paham bahwa solusi yang dibutuhkan saat ini adalah tegaknya Khilafah di tengah-tengah masyarakat. Hanya Khilafah dan jihad yang mampu membebaskan rakyat Palestina dari penjajahan, bukan BoP ataupun PBB. Wallahu a’lam bish shawab.
Oleh: Ummu Zaki
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 6














