Tinta Media – Seorang penulis, terlebih lagi penulis ideologis sangat penting untuk memperhatikan setiap kata yang ditulis agar
tidak menyalahi aturan baku yang sudah ditetapkan oleh Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI).
Hal ini bertujuan agar pesan yang ingin disampaikan oleh
penulis, tidak bias dan dapat diterima secara utuh oleh pembaca. Selain itu
juga meringankan beban editor dari portal web yang menjadi tujuan penulis untuk
menayangkan tulisannya.
Dari Abu Hurairah ra. berkata, “Nabi SAW bersabda, “Barang
siapa yang melepaskan seorang mukmin dari kesusahan dunia, maka Allah akan
membebaskannya dari kesusahan di hari kiamat. Barang siapa yang memudahkan
orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan kepadanya di
dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan
menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan senantiasa menolong
hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya.
Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk memperoleh
ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum
berkumpul di suatu rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah, dan
mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenteraman,
rahmat Allah akan menyelimuti mereka, para malaikat berkerumun di
sekelilingnya, dan Allah akan memuji mereka di depan (para malaikat) yang
berada di sisi-Nya. Barang siapa amalnya lambat (kurang), maka nasabnya tidak
akan dapat menyempurnakannya.” (HR. Muslim)
Berikut ini 10 kata yang penulisannya sering salah, disertai
dengan kata yang baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
1. apapun –) apa pun
2. barangsiapa –) barang siapa
3. detil –) detail
4. dikanal –) di kanal
5. dimana –) di mana
6. elit –) elite
7. karir –) karier
8. pertanggung jawaban –) pertanggungjawaban
9. realita –) realitas
10. respon –) respons
Oleh: Muhammad Al Akrom Billah
Editor Tinta Media
![]()
Views: 2












One Response
Shalat -> salat
Ustadz -> ustaz
Adzan -> azan
Ramadhan -> Ramadan
dll.
Kalau mau mengangkat -pun dan di-, sebaiknya lengkap dijelaskan kapan partikel -pun melekat dengan kata sebelumnya dan kapan ditulis terpisah, begitu juga kapan di- menempel dan terpisah. Karena banyak sekali yang salah dalam penulisan -pun dan di- tidak cuma kata2 di atas