Tinta Media – Pemimpin Redaksi Tinta Media Achmad Mu’it mengawali dan menegaskan bahwa tujuan pelatihan menulis feature news untuk dakwah. “Perlu ditegaskan lagi, pelatihan menulis feature news ini bertujuan untuk dakwah,” ujarnya pada Kelas Pelatihan: Menulis Karangan Khas atau Feature News di grup WhatsApp pada Sabtu (25/1/2025).
Pasalnya, jelas Achmad, dalam sistem kehidupan saat ini yang tidak menerapkan aturan Allah. Tentu bagi umat Islam, kadang ingin marah atau ingin melawan. Sayangnya saat ini sedang ada di posisi lemah, tidak punya kuasa untuk melawan.
“Kadang juga saat kita bersama sahabat satu perjuangan, merasa senang, ingin sama-sama menegakkan aturan Allah, ingin melanjutkan kehidupan Islam, dan seterusnya,” bebernya.
Ia melanjutkan, bahwa perasaan-perasaan tersebut bisa diutarakan lewat tulisan jenis FN ini.
Pelatihan ini dihadiri oleh hampir 50 persen dari 76 peserta yang ada di WhatsApp Group. Dan para peserta juga sangat antusias menyimak, hingga pelatihan ini selesai. Bahkan, bisa dibuktikan antusias itu dengan banyaknya peserta yang bertanya pada sesi tanya jawab.
Menurut Achmad, ketika belajar FN ini, maka akan belajar cara mengungkapkan sesuatu. Apakah itu ciri-ciri suatu benda, suasana yang dialami saat kejadian, atau penggambaran dari seseorang utama yang dijadikan sebagai tokoh dalam cerita tersebut.
“Ini sebabnya di grup ini kita dilarang pakai emot, meme, simbol dan sejenisnya. Karena kita akan belajar mengungkapkan sesuatu, bukan lewat simbol, tapi lewat tulisan,” tegasnya.
Selain itu, kata Achmad, FN ini sangat cocok digunakan sebagai uslub dakwah tanpa menggurui.
“Kita bisa membuat pembaca marah dengan kebijakan rezim tanpa disuruh marah. Kita bisa membuat rakyat melawan kezaliman rezim tanpa disuruh melawan. Kita bisa membuat orang mendukung dakwah Islam tanpa disuruh mendukung,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, Achmad menyampaikan bahwa FN yang baik adalah ketika ingin pembaca marah, maka jangan sampai ditulis di FN tersebut kata marah.
Tapi cerita, ungkapkan perasaan marah itu dengan bahasa lain yang menggugah pembaca untuk marah walaupun tidak tertulis kata marah.
Akhirnya, Achmad menutup kelas pelatihan ini dengan mengabarkan bahasan, yang akan disampaikan di kelas pelatihan pekan berikutnya.
“Pertemuan selanjutnya insya Allah akan membahas unsur-unsur FN,” tutupnya.[] Nandang Fathurrohman
![]()
Views: 18













