101 Tahun Tanpa Khilafah, Siyasah Institute: Demokrasi Tak Pernah Memberi Kedaulatan pada Rakyat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1HeUxf1j3g3ZBvySOZB5BpK4xT-gCLhgu
Tinta Media – Merefleksi 101 Tahun runtuhnya Khilafah, Direktur Siyasah Institute Iwan Januar mengungkapkan bahwa demokrasi tidak memberi kedaulatan kepada rakyat. “Kapitalisme memberi pelajaran pada negeri ini bahwa demokrasi itu tidak pernah memberi kedaulatan pada rakyat,” ungkapnya kepada Tinta Media, Selasa (22/02/2022).
Menurutnya, kaum kapitalis memanipulasi demokrasi menjadi demagog. “Rakyat dipaksa memilih wakil parpol sehingga parpol tak bisa lepas dari investasi politik para pemilik modal,” tuturnya.
“Bahkan sekarang terang-terangan pengusaha memiliki partai politik. Demokrasi sudah menjadi oligarki. pengesahan UU IKN, Omnibus Law, Minerba baru sebagian dari bukti demokrasi itu milik oligarki, bukan rakyat,” lanjutnya.
Ia menilai dalam demokrasi, agama justru menjadi tidak aman. “Ajaran agama terus dikriminalisasi dengan mengatasnamakan deradikalisasi. Demokrasi itu memang musuh agama. Apapun yang berbau agama, apalagi seruan penegakkan syariat, pasti disikat,” tegasnya.
Ustadz Iwan menyampaikan solusi terbaik bagi umat. “Umat Muslim sudah punya syariat Islam dan sistem politik Khilafah. Terbukti memimpin dunia hampir 1300 tahun. Aturannya datang dari Allah SWT, penuntunnya Nabi, dan contohnya para Khulafa ar-Rasyidin. Bila ditelisik, syariat Islam itu menjawab tuntas beragam persoalan umat,” jelasnya.
Ia mengungkap bukti bahwa ketika Islam diterapkan maka  kondisi sosial politik itu memberi kebaikan pada umat. “Bukan saja bagi Kaum Muslim, tapi umat manusia. Gejolak politik dalam sistem Islam relatif kecil, aspirasi publik tersalurkan, dan kebutuhan rakyat dipenuhi sesuai syariat Islam,” ungkapnya.
“Kalaupun ada masa kelam, itu bukan karena syariat Islam, tapi karena individu penguasa yang menyimpang. Sedangkan syariat Islam sendiri paripurna. Siapapun yang meneliti kasus-kasus itu akan mendapati bila penyimpangan itu sifatnya kasuistik dan personal, bukan diciptakan oleh syariat Islam,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan Islam dalam bidang sosial politik dapat tercapai dengan cara dakwah secara ideologis. Umat harus berdakwah secara ideologis, artinya menawarkan Islam sebagai solusi sistemik bukan saja urusan individual. “Hari ini, Islam baru didakwahkan untuk tataran individual atau komunal, tapi belum disampaikan Islam adalah solusi menyeluruh untuk persoalan umat manusia, bukan lokal, atau regional,” ujarnya.
“Dakwah itu harus tertata rapi, terorganisir dan tidak ada kompromi dengan fikrah batil yang bertebaran di masyarakat,” pungkasnya.[] Raras

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA