Tinta Media – Ulama Aswaja KH. Rochmat S. Labib menyatakan bahwa peristiwa paling buruk di dunia Islam tahun 2024 adalah pembantaian di Gaza.
“Peristiwa paling buruk di dunia Islam adalah pembantaian terhadap warga Gaza,” tuturnya kepada Tinta Media, Sabtu (28/12/2024).
Menurutnya, yang terjadi di Gaza benar-benar genosida. “Semua dibunuh, termasuk wanita dan anak-anak. Mereka bukan hanya dibunuh secara militer, namun mereka dibuat kelaparan, kehausan, dan kesakitan,” sedihnya.
“Bantuan makanan dan obat-obatan diblokade. Rumah sakit dihancurkan, dokter dan para tenaga kesehatan dibantai tanpa ampun.
Rumah-rumah yang menjadi tempat tinggal mereka dihancurkan,” bebernya.
Sungguh sangat menyedihkan, lanjutnya, dan lebih menyedihkan lagi bahwa para penguasa Muslim hanya diam, tidak tergerak untuk membantu saudara-saudara muslim di Gaza. Padahal, ucapnya, para penguasa itu memiliki semua sarana untuk menolong kaum Muslimin di Palestina.
“Mereka memiliki tentara dan senjatanya. Mereka juga menguasai minyak dan berbagai bahan bakar lainnya,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa jumlah kaum Muslimin juga sangat besar, sekitar dua milyar. “Bagaimana bisa tak berdaya melawan Kaum Yahudi yang tidak sampai sepuluh juta?” tanyanya.
Ia menilai bahwa penyebab ketidakberdayanya itu karena umat Islam tidak bersatu. “Itu terjadi karena umat Islam terpecah belah menjadi lebih 60 negara yang berdiri atas dasar nasionalisme,” tandasnya.
Ia melanjutkan, di sinilah pentingnya Khilafah. “Dengan Khilafah, umat Islam dapat dipersatukan dalam satu institusi negara,” yakinnya.
Dengan persatuan itu, sambungnya, umat Islam menjadi umat yang besar dan kuat, tidak ada yang berani mengganggu dan melawan.
“Selain besar dan kuat, Khilafah juga akan menggerakkan umat Islam untuk berjihad menghadapi kaum kafir yang berani macam-macam terhadap umat Islam,” pungkasnya.[] Ajira
![]()
Views: 10
















