Banyak Faktor Munculnya #KaburAjaDulu

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Banyak faktor yang memunculkan #KaburAjaDulu, yang trending topik selama beberapa hari di media sosial. Hal itu dinyatakan oleh Iwan Januar selaku Pengamat Sosial, dalam Kabar Petang: #KaburAjaDulu Ekspresi Keresahan, Ahad (23/2/2025) di kanal YouTube Khilafah News.

Pertama, menurutnya, masalah kesulitan mencari kerja, “Jadi kita bisa membaca ada 10 juta gen-Z, yang sampai hari ini mereka kesulitan untuk mendapat lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Di sisi lain, tambahnya, ada setiap tahun itu ada 1,5 juta lebih pelajar SMA yang lulus, tapi mereka tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, “Ini dua faktor yang akhirnya mendorong #KaburAjaDulu, kenapa? Karena kemudian mereka mendapatkan info, bahwa di luar negeri itu kesempatan untuk mendapatkan kerja itu jauh lebih mudah,” bebernya.

Dari beberapa informasi, lanjutnya,  yang pertama misalnya bahwa di luar negeri itu mereka tidak diperhatikan masalah usia, sementara di tanah air ini masalah usia itu menjadi salah satu syarat, diterima kerja selain masalah pengalaman juga usia.

“Jadi buat orang yang sudah mencapai usia 25 tahun ke atas, apalagi 30 tahun ke atas itu kayaknya sudah berat, kecil peluang untuk bisa mendapatkan kerja,” ungkapnya.

Yang kedua, jelasnya, di luar negeri juga cukup banyak warga Indonesia, yang sudah kerja di luar negeri, mereka bikin video, lalu disampaikan ke tanah air bahwasanya di sana mencari kerja jauh lebih mudah, “Tentu dengan berbagai macam tantangan dan kemudian dari segi salary juga lebih besar, dibandingkan dengan apa yang mereka bisa dapatkan di tanah air,” tuturnya.

Lalu, sambungnya, dari sisi kenyamanan dan imbal balik dari pajak yang mereka bayarkan, pajaknya memang tinggi, namun imbal balik dari pemerintah ini bisa dikatakan worth it.

“Misalnya, dari sisi kemudian pelayanan kesehatan, dan sebagainya, mereka menceritakan bahwa itu jauh lebih baik dibandingkan di tanah air, yang pajaknya juga tinggi, tapi kemudian tidak mendapat imbal balik yang selayaknya sebagai seorang pembayar pajak,” jelasnya.

Kemudian dalam kesempatan tersebut, Iwan mengatakan bahwa itulah beberapa poin yang mendorong adanya tagar kabur aja dulu, lalu hal itu juga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang gagal menciptakan iklim kerja yang aman dan nyaman, “Karena tanah air itu, sudahlah susah mencari kerja, dari sisi salary-nya juga, gaji juga ternyata tidak seperti yang diharapkan,” katanya.

Sementara, tambahnya, beban hidupnya semakin tinggi, ditambah lagi dari sisi keamanan yang banyak kontra, yang dimana anak-anak muda itu tidak aman dalam bekerja 5 sampai 6 bulan ke depan karena terancam kontraknya tidak diperpanjang, “Karena, tidak sedikit perusahaan yang mereka ogah untuk memperpanjang kontrak karyawan yang sudah ada, karena khawatir nanti minta kenaikan gaji, maka mereka lebih memilih untuk kemudian memberhentikan yang lama lalu mengangkat yang baru,” mirisnya.

Alhasil, pungkasnya, ini yang menjadikan anak-anak muda kita khususnya gen-Z, mereka merasa tidak aman dan tidak nyaman bekerja di dalam negeri.[] Nandang Fathurrohman

Loading

Views: 8

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA