Tinta Media – Analis Politik Media dari Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) Hanif Kristianto menilai, istilah ‘serakahnomics’ yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto menimbulkan ambiguitas (bermakna ganda).
“Ini menimbulkan ambiguitas gitu loh ya..!” ujarnya dalam program Kabar Petang: Serakahnomic? di kanal YouTube Khilafah News, Rabu (23/7/2025).
Ambiguitas yang dimaksud kata Hanif adalah apakah kritik ini sungguh-sungguh diarahkan pada praktik di lingkar kekuasaan Jokowi atau lebih sebagai sebuah sinyal simbolik bahwa Prabowo ingin menciptakan narasi politik baru yang lebih populis dan berjarak dari citra oligarki yang serakah?
Catatan pentingnya adalah, ungkap Hanif, istilah ‘serakahnomics’ itu disampaikan Prabowo dalam forum PSI yang ketua umumnya adalah Kaesang (anak Jokowi), yang justru menjadi bagian dari konsolidasi politik keluarga bekas presiden Jokowi.
“Kalau dimaknai sebagai kritik terhadap konsolidasi kekuasaan yang tidak adil, maka pernyataan ini secara tidak langsung juga menyentuh landscape kekuasaan di era Presiden Jokowi,” ujar Hanif.
Ia pun mengungkapkan menguatnya peran politik keluarga Jokowi seperti Gibran Rakabuming, Bobby Nasution, dan Kaesang Pangarep dalam struktur kekuasaan nasional mencerminkan sebagai bentuk baru politik dinasti yang pernah difasilitasi oleh legitimasi elektoral dan kelemahan institusional negara.
“Ini bukan sekadar soal anak-anak presiden yang aktif berpolitik, tetapi menyangkut akumulasi kekuasaan sistemik yang menciptakan ketimpangan akses bagi warga negara lain untuk turut serta andil dalam politik,” tandasnya.
Hanif lantas menduga bahwa Prabowo tengah memainkan strategi dua wajah politik. Satu sisi mengusung narasi populis, namun di sisi lain tetap berada dalam orbit oligarki yang menopang pencalonannya di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
“Fakta bahwa kritik disampaikan di forum partai keluarga Jokowi menunjukkan bahwa Prabowo tidak sepenuhnya menjauh dari lingkaran kekuasaan lama, tetapi mencoba mengatur ulang relasi kuasa dan menciptakan simbolik jarak tanpa benar-benar memutus ikatan politik,” simpulnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memperkenalkan istilah baru ‘serakahnomics’, untuk menyindir praktik rakus elite dalam ekonomi. Istilah tersebut Prabowo lontarkan dalam pidato penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tahun 2025 di Solo, Ahad (20/7/2025).[] Muhar
Views: 42
















