Rapuhnya Pertahanan Keluarga, Alarm Rusaknya Kapitalisme

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Sungguh miris dengan kejadian yang menggemparkan daerah Banjaran, Kabupaten Bandung, di mana seorang ibu melakukan bunuh diri dengan gantung diri di sebuah kusen. Tidak jauh dari jasad ibunya ditemukan jasad dua anak lelaki 9 tahun dan 11 bulan. (detik.com, 05/09/2025)

Tragedi ini terjadi karena ada pemicunya. Persoalan tidak muncul hanya berdiri sendiri atau sekadar masalah pribadi. Ada kekuatan yang mengimpit, yaitu tekanan ekonomi dan sosial yang mempengaruhi kehidupan.
Persoalan ekonomi bukan masalah ringan yang hanya bisa dipandang sebelah mata. Masalah ini akan memicu persoalan baru yang bisa mempengaruhi mental.

Faktor kemiskinan yang menimpa korban diperparah akibat lilitan utang karena keluarga tersebut terjerat pinjol. Hal ini terungkap dari sebuah surat yang ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Jika ditelisik secara mendalam, akar dari semua permasalahan yang terjadi yaitu akibat sistem kapitalisme sekuler. Agama tidak memiliki peran untuk mengatur kehidupan manusia sehingga melahirkan aturan kehidupan yang merusak. Pemisahan agama dari kehidupan ini menjauhkan pribadi individu dalam keluarga dari ketakwaan. Islam hanya dipahami sebatas ritual ibadah saja. Akhirnya, manusia kehilangan panduan hidup ketika menghadapi tekanan dalam kehidupan.

Dengan diterapkannya sistem ekonomi kapitalistik, makin terasa adanya jurang sosial yang sangat lebar. Terjadi pemisahan antara kehidupan orang kaya dan orang miskin. Yang kaya makin kaya, sedangkan yang miskin makin terpuruk. Ini memyebabkan rapuhnya pertahanan keluarga.

Miris! Penguasa yang seharusnya menjadi pelindung bagi rakyat, malah menjadi pelayan untuk orang yang memiliki kekuatan modal besar yaitu korporasi. Saat ini, sumber daya alam yang berlimpah diserahkan pengelolaannya kepada korporasi tersebut. Kebijakan yang dibuat tidak membuat rakyat sejahtera, malah justru mencekik kondisi rakyat yang sudah terimpit. Inilah bukti bobroknya sistem kapitalisme sekuler.

Bagaimana Islam Memandang Masalah Bunuh Diri?

Islam memiliki seperangkat aturan paripurna yang diturunkan oleh Allah Swt. Dalam Islam, jiwa manusia sebagai amanah yang dititipkan oleh Allah yang memberi kehidupan sehingga harus terjaga dengan benar. Hanya Allah yang memiliki wewenang mencabutnya.

Jelas bahwasanya bunuh diri merupakan perbuatan yang dilarang dan dosa besar. Jangankan untuk melakukan bunuh diri, memiliki sikap putus asa pun Allah melarangnya.

Landasan akidah Islam akan menciptakan keteguhan hati dan kukuhnya iman akan membentuk ketakwaan pada diri seorang Muslim.
Dalam kehidupan manusia dengan segala ujian yang menimpa, akan sesuai dengan batas kemampuannya. Ketetapan Allah baik dan buruk akan dijalani dengan penuh ketakwaan sesuai dengan tuntunan syariat.

Dalam pemerintahan Islam, rakyat akan memiliki penguasa yang melindungi dan meriayahnya sesuai dengan ketetapan hukum syarak. Penguasa bertanggung jawab penuh atas rakyatnya yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Dengan sistem Islam akan tercipta kehidupan bermasyarakat dan bernegara dengan pembiasaan pola hidup dan standar nilai Islam yang diliputi ketakwaan dan akan terhindar dari guncangan jiwa. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Farida Zahri

Muslimah Peduli Generasi

Views: 42

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA