Tinta Media – Ulama KH. Rokhmat S. Labib mengungkap perkara yang lebih penting daripada mengingat kelahiran dan silsilah Rasulullah SAW.
“Masih ada sebagian yang hanya mengingat apa yang terjadi pada seputar kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kapan lahirnya? Siapa bapaknya? Siapa ibunya? Dan seterusnya, dan seterusnya. Padahal, ada perkara yang tidak kalah pentingnya selain itu semua,” ujarnya dalam pidato politik event Maulid Nabi Muhammad SAW secara daring, Sabtu (28/9/2025) di kanal YouTube One Ummah TV.
Kiai Labib mengingatkan, semestinya ketika umat Islam mengingat kelahiran Rasulullah SAW, umat Islam semestinya juga mengingat apa misi yang harus beliau emban ketika beliau diutus sebagai nabi dan rasul.
Ia menyebutkan ada banyak ayat dan hadis yang menjelaskan tentang apa misi tujuan Beliau diutus di antaranya dalam surat At-Taubah ayat 32, Surah As-Saff, dan surah Al Fath.
Allah SWT berfirman:” Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan atas semua agama, meskipun orang-orang musyrik membencinya.” (QS At-Taubah: 32).
“Semenjak beliau diutus, siang malam tak pernah berhenti Beliau menyampaikan Islam menyampaikan petunjuk kepada manusia meski rintangan hambatan dan berbagai macam perkara yang beliau hadapi tidak menghentikan jalan beliau untuk menyampaikan Al Huda wadinil Haqqi,” ungkapnya.
Kiai Labib menyampaikan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya sebagai nabi dan rasul. “Ketika menjadi nabi dan rasul, beliau menjadi Al Hakim, menjadi kepala negara,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan Rasulullah SAW ditetapkan sebagai uswahtun hasanah sebagai teladan yang baik maka beliau tidak hanya sekadar memerintahkan, jadilah kalian kepala negara yang begini dan begitu.
“Tetapi beliau menjadi contoh bagaimana menjadi kepala negara, bagaimana memutuskan berbagai macam perkara, bagaimana beliau berhubungan dengan negara-negara lain, memutuskan damai, memutuskan perang, dan seterusnya,” urainya.
Warisan Rasulullah
Kiai Labib menyampaikan bahwa hasil dakwah Rasulullah SAW menghasilkan dua warisan penting yaitu ummah mutamayizah (umat istimewa) dan daulah.
“Beliau bukan hanya mewariskan umat Islam tapi juga mewariskan daulah Islam. Negara Islam yang dari rahim daulah Islam itulah lahir dengan Al Khilafah yang beliau sebut ala minhajin nubuwah, yang kepala negara pertama adalah sayyidina Abu Bakar as Siddiq ra,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan ketika umat Islam pada masa Nabi SAW memiliki negara ini bukan hanya memudahkan menerapkan bil Huda wa dinnul haq tetapi juga mengalahkan semua agama bukan hanya satu agama tapi semuanya.
Menurutnya, ini bukan perkara yang mudah karena yang dikalahkan bukan hanya satu agama tapi kullihi (mengalahkan seluruh agama).
Kiai Labib mengungkapkan kondisi umat Islam saat ini ketika umat Islam tak punya daulah sejak Khilafah Islamiyah di Turki Usmani diruntuhkan.
“Sejak itulah umat Islam kehilangan daulah, sejak itu Islam tidak bisa mengalahkan umat-umat yang lain bahkan dikalahkan oleh umat-umat yang lain,” pungkasnya.[] Muhammad Nur
Views: 44















