Solusi Gaza Hanya dengan Jihad dan Khilafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) menyebut bahwa hujan yang mengguyur Jalur Gaza membuat situasi semakin buruk dan mengkhawatirkan. Kondisi ini memaksa keluarga-keluarga di Gaza mencari tempat mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik untuk tempat tinggal.

UNRWA juga memperingatkan bahwa badai yang melanda Gaza dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi para pengungsi. Meski menghadapi kondisi yang sangat sulit, UNRWA tetap menjalankan tugas kemanusiaannya. Sejumlah sekolah masih difungsikan untuk menampung para pengungsi dengan mengubah ruang kelas menjadi hunian sementara (Antaranews.com, 15/11/2025).

Dunia seolah menilai Gaza berada dalam keadaan baik-baik saja, padahal kenyataannya jauh dari itu. Nasib warga Gaza justru semakin memprihatinkan, terlebih setelah adanya gencatan senjata yang dianggap sebagai solusi. Faktanya, gencatan senjata tidak menghentikan penderitaan; rakyat Gaza tetap diserang dan dibuat menderita. Watak Israel yang kerap berkhianat kembali terlihat—mereka tidak pernah benar-benar menepati janji.

Krisis berkepanjangan di Gaza membuktikan bahwa penjajahan masih berlangsung. Akar persoalannya adalah keberadaan penjajah Israel yang tetap bercokol di bumi Palestina. Ironisnya, negeri-negeri muslim hanya diam dan tidak mampu berbuat banyak selain mengutuk. Bantuan kemanusiaan seperti makanan dan obat-obatan memang disiapkan, namun kenyataannya sulit masuk karena terus dijegal.

Akar Masalah

Jika ditelaah lebih jauh, tampak jelas bahwa negeri-negeri muslim hari ini dipimpin oleh para penguasa boneka. Praktis, mereka berada di bawah kendali Amerika. Krisis Gaza adalah cerminan kekejaman Israel dan Amerika sebagai pelindungnya. Selama penjajahan masih berlangsung, nasib warga Gaza tidak akan berubah. Mereka akan terus diperlakukan seperti “musuh abadi” oleh penjajah.

Solusi-solusi yang ditawarkan selama ini terbukti gagal menyelesaikan persoalan. Solusi dua negara yang kerap digadang-gadang sebagai jalan keluar sejatinya hanyalah jebakan ala Barat. Mirisnya, para pemimpin negeri-negeri muslim justru menganggapnya solusi, padahal itu bentuk pengkhianatan terhadap kaum muslim. Penjajahan tidak bisa diakhiri dengan diskusi atau perdamaian semu. Ketika akar masalah tak dipahami, maka solusi yang diambil pun hanya pragmatis dan melanggengkan penjajahan.

Karena itu, sudah seharusnya para pemimpin negeri-negeri muslim menjadikan Islam sebagai solusi hakiki. Islam adalah ideologi yang mampu menyelesaikan problematika kehidupan, termasuk persoalan penjajahan di Gaza. Palestina adalah tanah kaum muslim yang wajib dijaga dan dibebaskan dari segala bentuk penjajahan. Gaza membutuhkan kekuatan besar, yaitu persatuan umat Islam. Dan solusi yang ditawarkan Islam adalah jihad dan Khilafah.

Inilah solusi hakiki bagi persoalan Gaza yang harus diperjuangkan oleh seluruh kaum muslim. Sebab, hanya dengan Khilafah, jihad dapat dilakukan secara terorganisasi. Khilafah adalah _junnah_ (perisai) bagi umat Islam. Seorang Khalifah adalah pemimpin yang kuat—bukan lemah atau pengecut—yang akan memimpin pasukan dalam membebaskan wilayah-wilayah yang dijajah.

Selama Khilafah belum tegak, kaum muslim wajib berjuang untuk mewujudkannya melalui dakwah secara berjemaah. Islam ideologis harus didakwahkan ke tengah masyarakat agar terbentuk opini umum. Dengan begitu, kaum muslim akan sadar bahwa Islam adalah ideologi yang mengatur kehidupan, bukan sekadar agama ritual. Dari sinilah akan tumbuh kesadaran politik untuk melakukan perubahan mendasar—mengganti sistem kufur dengan sistem Islam atau Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Dartem,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 46

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA