Ketika Kemiskinan Merenggut Asa Anak Negeri

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Tampaknya timbul keputusasaan ketika seorang anak berusia 10 tahun meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga Rp10.000, sedangkan orang tuanya tidak memiliki uang. Itulah akibat sistem kapitalisme yang benar-benar merupakan sistem rusak sehingga menyebabkan rusaknya tatanan kehidupan di segala sektor dan memicu krisis moral, lemahnya mental, bahkan membuat rakyat miskin makin terpuruk. Kemiskinan sangat dirasakan oleh sejumlah rakyat di negeri kaya raya Indonesia. Bukankah itu ironi? Negara kaya raya, namun rakyatnya seperti tikus mati di lumbung padi.

 

Kasus yang memprihatinkan ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih maksimal memberikan perhatian penuh kepada anak-anak agar tidak terulang kejadian seperti ini. Seperti yang kita ketahui bersama, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan pada umumnya menjadi tanggung jawab negara. Negara sudah seharusnya memberlakukan biaya pendidikan dasar gratis dan tidak dibebankan kepada wali murid karena pendidikan adalah hak anak.

 

Adanya kasus seperti ini menjadi bukti nyata bahwa negara abai dalam meriayah rakyatnya. Bahkan, semakin menguat lilitan sistem kufur yang dianut, padahal faktanya gagal. Kejadian anak SD usia 10 tahun bunuh diri seharusnya menjadi tamparan keras bagi negara yang nyata-nyata gagal mengayomi rakyatnya.

 

Dewasa ini, sektor pendidikan mengalami kondisi yang akut. Lembaga pendidikan semakin hari semakin lemah. Kurangnya nilai-nilai spiritual dan materiel untuk membentuk akhlak mulia yang berlandaskan ketauhidan sulit dicapai karena sistem yang diikuti justru menjauhkan agama dari kehidupan.

 

Di Jakarta, Kompas memberitakan bahwa pada 27/05/2025 Mahkamah Konstitusi menegaskan negara wajib menyediakan pendidikan dasar gratis bagi seluruh anak Indonesia, baik di sekolah negeri maupun madrasah swasta. Hal itu merupakan amanat konstitusi Pasal 31 ayat (2) dan (4) UUD RI Tahun 1945.

 

Mental dan moral anak memang seharusnya terjaga dan dijaga sepenuhnya oleh orang tua, lingkungan, serta tanpa pengabaian dari negara agar tidak terjadi lagi kasus bunuh diri yang menambah catatan keburukan negeri ini. Kesenjangan terstruktur akibat sistem kufur harus dilenyapkan karena terbukti menjadi penyebab kerusakan di berbagai sendi kehidupan.

 

Dengan sistem Islam kafah, permasalahan akan tuntas sampai ke akar. Islam kafah datang dari Allah Swt. sehingga menjamin keamanan, kenyamanan, kesejahteraan, dan keadilan. Intinya, Islam rahmatan lil-‘alamin bagi seluruh makhluk di alam semesta tanpa kecuali. Dalam Surah At-Taubah ayat 122, Allah Swt. menegaskan pentingnya pembagian tugas di antara umat Islam, yaitu tidak semua orang harus pergi berperang, tetapi sebagian menetap untuk menuntut ilmu agama dan memberi peringatan kepada kaumnya. Ayat ini menyoroti bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari jihad untuk menjaga diri. Dengan demikian, Islam mengatur dengan sempurna demi kebaikan hamba-Nya yang mau beriman. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ica,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 50

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA