Tinta Media – Indonesia berkomitmen untuk menghapus hambatan nontarif bagi AS, khususnya terkait perizinan impor, ketentuan TKDN, pengakuan standar AS, dan sertifikasi halal. Pemerintah melalui Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengklarifikasi beberapa isu yang menjadi kekhawatiran publik terkait Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 19 Februari 2026 lalu.
Atas dasar apa pemerintah kita mengikuti BoP? Presiden yang dulu menggaungkan akan memberantas antek-antek asing justru malah menjadi pengikut Presiden AS yang jelas-jelas sangat merugikan negeri ini. Dari isi perjanjiannya saja sudah sangat tidak adil, apalagi dalam menjalankannya nanti.
Dalam Islam, hukum berteman dengan nonmuslim (kafir) dibedakan berdasarkan konteksnya. Berteman baik dalam urusan sosial, bisnis, dan kemasyarakatan diperbolehkan selama tidak merugikan agama, bersikap adil, dan tidak menjerumuskan ke dalam kemaksiatan. Namun, dilarang menjadikan mereka sebagai teman setia (auliya) yang dipercayai untuk urusan rahasia atau pemimpin yang membahayakan akidah.
Sedangkan ART jelas-jelas melanggar syariat karena membahayakan akidah umat Islam. Halal dan haram yang seharusnya diatur sesuai aturan Islam kini diatur sesuai aturan Presiden AS. Maka benar, sesuatu yang diatur bukan oleh ahlinya, tunggulah kehancurannya. Rasulullah saw., 14 abad yang lalu telah mengabarkan bahwa akan ada zaman pemimpin yang diktator dan memeras rakyatnya. Terbukti hingga hari ini rakyat dibuat miskin dan dibodohkan oleh sistem kapitalisme sekuler ini. Seharusnya kejadian ini semakin menguatkan umat Islam untuk bersatu mengganti sistem kapitalisme sekuler ini dengan sistem Islam.
Allah Swt. telah menjanjikan kemenangan bagi Islam dan akan berjaya kembali menguasai dunia ini. Tinggal bagaimana kita menyikapi dan menjemputnya. Karena, dengan mengimani saja tanpa pergerakan tidak akan cukup membuktikan bahwa kita sedang berjuang. Perjuangan itu dilakukan dengan tindakan, tidak bisa hanya sebatas mengimani dan menunggu saja.
Sudah saatnya umat Islam bersatu untuk memperjuangkan akidah dan hak Allah Swt. untuk mengatur alam semesta ini. Jangan sekali-kali memberi jalan atau membiarkan mereka mengatur dan menguasai urusan kaum muslimin. Wallahu a’lam bish-shawab.
Oleh: Ummu Arvin
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 30
















