Miris, Ingin Terlihat Hebat, tetapi dalam Kendali Trump

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Hanya ingin tampak hebat dalam percaturan pemimpin dunia, rela menjadi bagian dari gerombolan penjahat perang, Amerika dan Israel. Mereka yang tergabung dalam BoP sudah terbukti melakukan kerusakan, tetapi mereka berdalih menciptakan perdamaian dunia. Israel sudah terbukti melakukan genosida terhadap rakyat sipil yang tidak berdosa di Gaza, Palestina. Bukannya dihukum, malah diakui dan dilindungi. Amerika juga, dalam kepemimpinan Trump, sudah berani menekan negara berdaulat dan menangkap presidennya, seperti yang dilakukan pada Venezuela. Dalam berita terakhir yang mengguncang dunia, Amerika melakukan aksi serangan militer ke negara Iran secara brutal dan bahkan mengeklaim telah menewaskan pimpinan tertingginya, Ali Khamenei, dalam serangan tersebut.

Tiba-tiba Presiden Indonesia ingin muncul sebagai pahlawan, menjadi penengah yang akan memediasi konflik antara Amerika dan Iran. Lalu siapa yang percaya dengan pemimpin yang berada dalam kendali Trump? Dalam Al-Qur’an, orang-orang yang mengeklaim dirinya telah melakukan perbaikan dan menjaga perdamaian di muka bumi, padahal merekalah yang membuat kerusakan, dikategorikan sebagai orang munafik dan mereka akan mendapatkan balasan azab yang pedih.

Meskipun belum pernah melakukan aksi militer terhadap negara lain, Indonesia ikut dicap sebagai penjahat perang karena bersama dan bersekutu dengan Amerika dan Israel dalam BoP. Terbukti, saat kunjungan ke Inggris, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, disambut dengan demonstrasi oleh para aktivis di sana dan diteriaki “Prabowo War Criminal” yang artinya “Prabowo Penjahat Perang”.

Kejadian ini seharusnya membuatnya tersadar dan mengkaji ulang keputusannya untuk menjadi bagian dari BoP. Ternyata tidak hanya rakyat sendiri yang menghujat atas keputusannya masuk dalam BoP, bahkan warga negara Inggris juga mengutuk keras dengan menyebutnya sebagai penjahat perang. Nama Indonesia jatuh di mata masyarakat dunia karena kelakuan pemimpinnya yang haus pujian.

Entah apa yang ada dalam pikirannya hingga mau bersahabat dengan Trump yang jelas-jelas tidak menguntungkan bagi negeri yang mayoritas penduduknya Muslim dan juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Begitu mudahnya sosok pemimpin yang dulu dikenal sebagai macan Asia sekarang tunduk dalam kendali Trump. Dia yang dulu berteriak lantang kepada antek-antek asing, sekarang malah menjadi budak asing.

Mau saja disuruh membayar Rp17 triliun demi bisa diakui sebagai bagian dari BoP, padahal Israel sendiri malah menolak untuk membayar. Mau pula disuruh mengirim TNI ke Gaza untuk melucuti senjata Hamas yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel. Bahkan, terang-terangan mengakui Israel dan siap menjamin keamanannya.

Bodoh, sekali bersedia tunduk dalam perjanjian ART (Agreement on Reciprocal Trade), perjanjian dagang Amerika Serikat–Indonesia yang hanya menguntungkan Amerika, tetapi merugikan Indonesia. Padahal, perjanjian itu ditandatangani atas nama rakyat Indonesia, tetapi lebih menguntungkan Amerika. Data pribadi rakyat yang seharusnya dijaga agar tidak disalahgunakan, malah dengan sukarela diserahkan kepada Amerika. Ternyata banyak tambang potensial juga diserahkan pengelolaannya kepada perusahaan asing, Amerika dan Israel.

Rakyat yang seharusnya bisa hidup sejahtera dari hasil pengelolaan sumber daya alam oleh negara justru hanya mendapatkan bencana sebagai efek dari kerusakan alam yang disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan kelestariannya.

Berhentilah melakukan pencitraan agar terlihat hebat di mata pemimpin dunia jika tidak ingin hancur dalam kehinaan karena abai terhadap tugas utamanya: mengurusi urusan rakyat serta menjamin kesejahteraan dan kemakmuran mereka. Wallahualam bissawab.

Oleh: Mochamad Efendi
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 34

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA