FIWS: Umat Islam Memiliki Peran Politik Global dalam Naungan Khilafah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Ustadz Farid Wadjdi mengatakan bahwa umat Islam memiliki peran politik global dalam naungan khilafah.

“Kekuatan politik global itu di bawah naungan negara khilafah ala minhajinnubuwah. Inilah yang membuat umat Islam akan memiliki peran politik global yang signifikan,” tuturnya dalam Mbois: Netral atau Ketidakmampuan Indonesia sebagai Solusi Atasi Konflik, di kanal YouTube @TabloidMediaUmat, Senin (16/3/2026).

“Bukan hanya menjadi objek, tetapi kita menjadi subjek untuk membangun tatanan dunia yang adil yang rahmatan lil alamin,” imbuhnya.

Menurutnya, umat Islam bisa bersatu dalam naungan khilafah ketika masih punya akidah. “Pertama, akidah. Kita masih punya akidah yang menyatukan umat Islam. Tinggal kita membangun persatuan umat Islam berdasarkan akidah Islam,” ujarnya.

Kedua, umat Islam bersatu ketika masih punya syariah Islam. Karena dengan syariah Islam itulah negara khilafah sebelumnya itu kemudian menjadi negara adidaya. Karena dengan penerapan syariat Islam ini akan mencegah intervensi negara-negara Barat dan mencegah eksploitasi kekayaan alam negeri-negeri Islam termasuk intervensi politik. “Karena kita menggunakan sistem mereka, mereka itu dapat masuk melakukan intervensi ke negeri Islam. Karena kita memberikan ruang, kita memberikan jalan lewat sistem yang kita adopsi dari mereka. Contohnya, ketika kita mengadopsi politik demokrasi mereka masuk di sana. Ketika kita mengadopsi ekonomi liberal mereka masuk di sana,” terangnya.

“Tetapi syariat Islam tuh akan memblok itu semua,” tegasnya.

Ia melanjutkan bahwa yang ketiga, sebenarnya umat Islam dahulu bisa bersatu karena ada negara yang satu yaitu negara khilafah. Tentu dengan dinamikanya yang naik turun.

“Jadi apa yang membuat dulu umat Islam pernah bersatu, Jelas dan masih ada tinggal political will (kemauan politik),” terangnya.

Ia menambahkan bahwa memang umat Islam ditakdirkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menjadi negara adidaya.

“Kita memiliki sumber daya manusia yang cukup besar 1,5 miliar di seluruh dunia. Kita memiliki kekuatan geopolitik yang strategis. Selat Hormus misalkan 20% minyak dunia itu melewati Selat Hormos. Ada Selat Malaka, demikian juga laut yang ada di sekitar Turki misalkan. Itu adalah posisi-posisi geopolitik yang sangat strategis,” paparnya.

“Jadi kalau posisi geopolitik ini, kita kendalikan untuk kepentingan kita dan kita tidak membuka ruang udara atau ruang laut buat intervensi pasukan-pasukan musuh, ini akan menjadi kekuatan kita,” tandasnya.[] Ajira

Loading

Views: 19

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA