Tinta Media – Jurnalis Senior Joko Prasetiyo menyampaikan bahwa dunia hari ini berjalan di atas fondasi sekularisme.
“Hari ini, dunia berjalan di atas fondasi sekularisme: memisahkan agama dari kehidupan,” ungkapnya sebagaimana rilis yang diterima Tinta Media pada Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, Indonesia sebagai negeri dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar kedua juga termasuk di dalamnya.
“Akibatnya kebenaran jadi relatif, keadilan jadi transaksi, dan hukum bisa dinegosiasi,” bebernya.
Om Joy, sapaan akrabnya, juga mengatakan bahwa pada titik tersebut yang menentukan arah bukan siapa yang berkuasa, tetapi hukum siapa yang ditegakkan.
Kemudian ia mengutip sebuah ayat Al-Qur’an surah al-Jatsiyah ayat 18 yang dengan tegas memerintahkan kaum Muslim untuk mengikuti syariat.
“Kemudian kami jadikan engkau berada di atas suatu syariat (aturan), maka ikutilah syariat itu dan jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui,” kutipnya.
Om Joy menyampaikan rumus sederhana, jika kompasnya sekularisme, maka kapal pasti tersesat. Jika hukum buatan manusia, keadilan pasti bisa ditawar. Jika ideologi tak diganti, masalah pasti berulang.
“Ganti orang tanpa ganti ideologi? Sia-sia,” tegasnya.
Om Joy kembali mengingatkan agar kaum Muslimin menyadari, berubah dari kedaulatan manusia, menjadi kedaulatan ilahi dan tidak terpesona pada pergantian wajah.
“Tegakkan titah-Nya, atau bersiap hidup selamanya dalam lingkaran masalah yang sama,” serunya.
Terakhir, ia menegaskan bahwa setiap hukum yang ditegakkan, setiap keputusan yang diambil, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
“Bukan hanya pemimpin yang akan ditanya, tetapi juga rakyat yang diam, yang membiarkan ataupun yang rela hidup di bawah hukum selain dari-Nya,” pungkasnya.[] Nur Salamah
![]()
Views: 3
















