Gen Z Terimpit Ekonomi, Self-Reward Jadi Solusi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kondisi ekonomi yang kian sulit membuat sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan finansial. Tekanan ekonomi dan ancaman masa depan yang semakin tidak pasti menambah beban mayoritas masyarakat. Bahkan, lebih dari 48 persen Gen Z merasa tidak aman secara finansial.

Namun, fenomena ini berbanding terbalik dengan gaya hidup Gen Z. Gaya hidup mereka kian meningkat di tengah impitan ekonomi. Self-reward dan healing dipandang sebagai kebutuhan hidup dengan dalih mental health.

Kondisi ini diperparah oleh tren FOMO di media sosial yang semakin menciptakan budaya belanja impulsif dan konsumtif. Sistem kapitalisme liberal menjadi momok menakutkan yang terus mengimpit perekonomian.

Dalam sistem ini, oligarki menjadi penguasa utama arus ekonomi sebuah negara. Sementara itu, elemen lain, seperti masyarakat kelas bawah, hanya menjadi konsumen. Mereka terus melakukan berbagai upaya, mulai dari menguasai pasar dari hulu hingga hilir hingga menggerakkan media sosial melalui gaya hidup hedonis dan flexing.

Di sisi lain, hal ini membuktikan bahwa generasi hari ini tidak lagi memahami tujuan hidupnya. Mereka tidak lagi memiliki arah pandang yang jelas, sementara kebahagiaan hanya mengikuti standar media sosial. Kebahagiaan sebatas diukur dari kenikmatan materi yang merupakan asas kebahagiaan yang diusung oleh sistem kapitalisme.

Dalam pandangan Islam, di bawah pengaturan sistem Islam, setiap individu, baik muslim maupun nonmuslim, akan dijamin kebutuhan dasarnya oleh Khilafah. Khilafah memastikan tersedianya lapangan pekerjaan yang layak bagi rakyatnya, antara lain melalui mekanisme penyediaan modal oleh baitulmal maupun pelatihan keterampilan.

Selain itu, Khilafah melalui departemen penyiaran akan memfilter konten-konten yang mendorong gaya hidup hedonis sehingga mampu melindungi generasi dari paparan konten yang merusak. Media informasi akan dipenuhi konten yang mendorong ketakwaan kepada Allah. Yang lebih penting, setiap individu muslim dengan bekal ketakwaan yang dibentuk oleh negara akan mampu menjadi generasi dengan visi pembangunan peradaban yang kokoh. Wallahu a’lam.

Oleh: Yosie Purwanti, S.E.
(Aktivis Muslimah)

Loading

Views: 2

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA