Pamong Institute Ungkap Tiga Kelemahan Hukum di Indonesia

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Direktur Pamong Institute Wahyudi Al Maroky menyampaikan ada tiga kelemahan hukum yang terjadi Indonesia. “Ada tiga kelemahan hukum yang terjadi di negeri ini,” ujarnya dalam acara Kabar Petang: Jaksa dan Polisi Janganlah Kriminalisasi Rakyat, Rabu (29/10/2025) di kanal YouTube Khilafah News.

Pertama, dalam segi hukumnya, norma-normanya atau aturan-aturan hukumnya berpihak kepada oligarki atau berpihak kepada pihak-pihak yang membuat hukum itu sendiri. “Kita tahu bahwa dalam sistem demokrasi, hukum itu bisa dibuat oleh DPR, oleh manusia-manusia yang pada dasarnya banyak bermasalah. Kemudian disahkan. Jadi norma hukumnya sendiri ‘kita pengen mencari keadilan sulit’ karena memang sudah ada keberpihakan dalam pembuatan norma hukum itu sendiri,” bebernya.

Kedua, dalam penegakannya, tentu ketika berhadapan dengan para penguasa dan orang-orang yang punya kekuasaan, hukum itu jadi tumpul. Karena memang saling berhubungan erat antara penegak hukum yang berkarier dengan para politisi yang memberikan rekomendasi untuk bisa berkarier lebih jauh.

“Kita contoh seorang Kapolri itu kan harus mendapat fit and proper test dari DPR. Tentu dia harus baik-baik dengan DPR dan seterusnya. Aparat penegak hukum seperti ini tentu akan lebih nyaman ketika tidak berhadap-hadapan dengan orang yang lebih tinggi posisinya,” tuturnya.

Lebih parah lagi, menurut Wahyudi, posisinya yang lebih tinggi itu, justru tunduk pada oligarki yaitu segelintir orang yang punya kekuasaan maupun segelintir orang yang punya uang.

Jadi, tegas Wahyudi, oligarki punya dua makna yaitu makna oligarki segelintir orang yang punya kekuasaan.

“Kemudian punya keuangan ataupun uang yang lebih banyak sehingga aparat penegak hukum di Indonesia akan kesulitan berhadapan dengan mereka,” cetusnya.

Terakhir, dalam proses persidangan terakhir juga bermasalah karena banyak hakim yang takut denganmu uang dan takut dengan kekuasaan. “Saya pikir itulah menjadi persoalan serius di penegakan hukum kita. Kenapa sulit mencapai keadilan dan justru menuju kepada kezaliman yang ada kepada rakyat,” tutupnya.[] Novita Ratnasari

Views: 78

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA