Tinta Media – Peneliti dari Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan M. Ag. berpandangan bahwa perang Iran vs Amerika Serikat-Israel (Amis) menampilkan perubahan konfigurasi geopolitik dunia.
“Perang ini juga menampilkan perubahan konfigurasi geopolitik dunia,” tuturnya kepada Tinta Media, Jum’at (30/7/2026).
Pasalnya, jelas Riyan, Amerika tidak lagi memiliki ruang gerak selama beberapa dekade yang lalu. Rusia masih menjadi kekuatan militer yang harus diperhitungkan. Sedangkan Tiongkok memiliki pengaruh ekonomi yang semakin besar.
Dan Iran sendiri, nilai Riyan, bukan lagi negara yang dapat ditekan dengan mudah seperti beberapa negara Timur Tengah lainnya.
“Artinya, dunia sedang bergerak menuju keseimbangan baru. Hegemoni tunggal Amerika perlahan mengalami erosi,” jelasnya.
Bagi dunia Islam, menurut Riyan, perubahan ini seharusnya tidak menimbulkan euforia yang berlebihan.
“Sebab konflik antara Amerika dan Iran bukanlah pertarungan antara keadilan melawan kezaliman. Ini adalah pertarungan kepentingan geopolitik yang masing-masing digerakkan oleh agenda nasionalnya sendiri,” tandasnya.
Perspektif Islam Islam terkait Perang
Riyan kemudian menyebutkan perbedaan mendasar antara perspektif politik internasional modern saat ini dengan perspektif Islam terkait perang.
Dalam perspektif Islam, kata Riyan, perang bukanlah instrumen politik yang digunakan untuk memperluas pengaruh atau mempertahankan dominasi ekonomi.
” Islam menempatkan peperangan sebagai jalan terakhir yang hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu dan dibatasi oleh aturan-aturan moral yang sangat ketat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan utama perang dalam Islam bukanlah memperbesar kekuasaan, melainkan menjaga keadilan dan menghilangkan kezaliman.
“Sedangkan logika politik internasional modern, sering kali menjadikan perang sebagai instrumen untuk mempertahankan strategi kepentingan suatu negara,” tutupnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 3
















