Tinta Media – Khadim Ma’had Wakaf Darun Nahdhah al-Islamiyah Bogor, Arief B. Iskandar (ABI), menilai akibat penerapan duet maut demokrasi dan kapitalisme membuat kondisi Indonesia menjadi gelap.
“Ini bukan soal langkanya pejabat berintegritas tinggi dan berkompeten, tapi juga akibat duet maut demokrasi dan kapitalisme yang diterapkan,” ujarnya kepada Tinta Media, Kamis (30/7/2026).
Ia mengutip laporan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 27 Juli 2026 yang memperlihatkan kondisi gelap negeri. Hanya 15,7 persen rakyat yang percaya ekonomi dalam keadaan baik, 37,6 persen responden menilai penegakkan hukum buruk, bahkan sangat buruk, kondisi politik dinilai makin buruk dan persepsi positif publik tinggal 13,5 persen.
Arif juga menilai, duet maut itu melahirkan kerusakan di segala sektor. Akibatnya Indonesia bak terjerat benang kusut.
Selain itu, menurut Arief, hal ini juga disebabkan oleh politik koncoisme, bancakan kekuasaan, pejabat yang inkompeten, maraknya korupsi di lingkaran penguasa dan aparat penegak hukum, serta konsentrasi kekayaan di segelintir orang. Sementara lapangan kerja tetap sulit dan rakyat terus dikejar pajak.
Ia menandaskan, persoalan ini tidak akan bisa terselesaikan hanya dengan sekadar pergantian rezim.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 3
















