Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat: Eskalasi Militer yang Sangat Serius

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pengamat Hubungan Internasional, Budi Mulyana menilai perang AS-Israel melawan Iran sebagai eskalasi militer yang sangat serius dan kritis dalam sejarah modern Timur Tengah.

“Saya memandang situasi ini sebagai eskalasi militer yang sangat serius dan kritis dalam sejarah modern Timur Tengah,” ujarnya kepada Tinta Media, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, perang yang pecah sejak 28 Februari 2026 ini menandai pergeseran dari perang bayangan (perang proksi) menjadi konfrontasi militer langsung yang terbuka antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. “Secara faktual konflik ini telah memasuki hari kelima (5 Maret 2026) dengan intensitas yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Pertama, jelas Budi, operasi gabungan antara AS dan Israel dengan meluncurkan kampanye udara besar-besaran yang menargetkan infrastruktur militer, fasilitas nuklir, dan pusat komando Iran. Laporan menyebutkan lebih dari 2.000 target telah diserang.

Kedua, terjadi kematian pemimpin tertinggi Iran. “Laporan intelijen dan media internasional mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei, syahid dalam serangan awal di Teheran. Hal ini menciptakan kekosongan kekuasaan dan ketidakpastian politik yang ekstrem di Iran,” bebernya.

Ketiga, Pentagon mengklaim telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran di Teluk dan menghancurkan ratusan peluncur rudal balistik. “Dan perang ini memberikan dampak regional dan global. Iran mencoba membalas serangan dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi 20% pasokan minyak dunia,” ujarnya.

Ini, jelasnya, memicu lonjakan harga energi global dan krisis logistik. Kelompok yang mendukung Iran, seperti Hizbullah di Lebanon telah meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel utara, sementara pangkalan-pangkalan AS di Irak, Suriah, dan Teluk menjadi target serangan rudal Iran.

“Korban jiwa telah melampaui 1.000 orang, termasuk warga sipil. Di dalam negeri Iran, terjadi gejolak antara pendukung rezim dan kelompok oposisi yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan protes anti-pemerintah,” terangnya.

Menurutnya, perang ini bukan lagi sekadar gertakan politik. Penghancuran sistem pertahanan udara Iran dan penargetan tokoh kunci menunjukkan bahwa AS dan Israel berupaya melakukan perubahan rezim (regime change).

“Namun, risiko perang tanpa akhir sangat besar jika Iran dan sekutunya terus melakukan perlawanan asimetris (seperti menggunakan drone massal),” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 26

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA