Pengamat Ungkap Motif Utama Amerika Serang Iran

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana mengungkap motif utama Amerika Serikat menyerang Iran.

“Berdasarkan pernyataan resmi dari Gedung Putih dan dinamika geopolitik per Maret 2026, motif utama Amerika Serikat menyerang Iran dapat dirangkum dalam beberapa poin strategis yang saling berkaitan,” tuturnya kepada Tinta Media, Kamis (5/3/2026).

Pertama, sebut Budi,  pencegahan senjata nuklir (nuclear Non-Proliferation). Ini adalah alasan paling mendasar yang terus ditekankan oleh Presiden Donald Trump.

“Setelah gagalnya negosiasi nuklir di Jenewa pada Februari 2026, ungkapnya, AS meyakini bahwa Iran sudah sangat dekat dengan kemampuan memproduksi senjata nuklir. AS menyatakan tidak akan membiarkan Teheran memiliki hulu ledak nuklir yang dapat mengancam stabilitas global,” ungkapnya.

Kedua, penghancuran kapabilitas rudal balistik. “Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa tujuan militer jangka pendek adalah melumpuhkan inventaris rudal balistik dan hipersonik Iran (seperti rudal Fattah). AS memandang rudal-rudal ini sebagai ancaman langsung terhadap pangkalan militer mereka di Timur Tengah serta wilayah Eropa,” jelasnya.

Ketiga, tekanan dari Israel (faktor aliansi). Terdapat pengakuan menarik dari pejabat AS bahwa serangan ini sebagian dipicu oleh niat Israel untuk melakukan serangan pre-emptive (mendahului). “AS merasa perlu terlibat guna memastikan serangan tersebut terukur dan untuk melindungi aset-aset Amerika di kawasan yang pasti akan menjadi sasaran balas dendam Iran jika Israel bergerak sendirian,” terangnya.

Keempat, dorongan perubahan rezim (regime change). Secara eksplisit, Trump telah menyerukan rakyat Iran untuk melepaskan diri dari belenggu tirani. “Dengan menargetkan pusat komando dan syahidnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, AS berharap terjadi kekosongan kekuasaan yang bisa memicu revolusi rakyat dari dalam, terutama setelah gelombang protes besar-besaran di Iran sejak akhir 2025,” ungkapnya.

Kelima, keamanan jalur energi dan logistik. AS ingin memastikan Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk mengganggu navigasi internasional di Selat Hormuz.

“Dengan menghancurkan Angkatan Laut IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps atau Korps Garda Revolusi Islam), AS berupaya mengamankan jalur pasokan minyak dunia yang menjadi urat nadi ekonomi global, termasuk bagi sekutu-sekutunya di Asia dan Eropa,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 28

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA