Tinta Media – Ucapan selamat dari Amerika Serikat (AS) melalui menteri luar negeri (Menlu) Anthony Blinken atas terpilihnya Prabowo dan Gibran sebagai
presiden dan wakil presiden yang terpilih berdasarkan Komisi Pemilihan Umum
(KPU), menunjukkan arah politiknya sejalan.
“Dari hasil pemilunya itu, sebagian besar negara-negara
barat terlebih AS menunjukkan pengakuannya. Jadi itu sekali lagi menunjukkan
bahwa memang terpilihnya Prabowo itu sejalan dengan politik internasional yang
saat ini berlaku,” ujar Pengamat Hubungan Internasional Budi Mulyana dalam
acara Kabar Petang dengan tema Cina-AS Berebut Prabowo? di kanal Youtube
Khilafah News Rabu (27/3/2024).
Karena lanjutnya, dalam perspektif barat dan AS, bahkan
rivalnya AS seperti Rusia dan Cina merasa senang dengan terpilihnya Prabowo.
Alasannya kepentingan-kepentingannya pasti bisa dilanjutkan.
“Secara normatif kemenangan Prabowo itu diterima oleh
semua pihak, karena dalam konstelasi internasional atau bicara secara
berkelanjutan saja sudah berjalan,” bebernya.
*Pengakuan*
Budi juga menuturkan terkait ucapan selamat dari AS lewat
menlunya menunjukkan adanya implikasi politik, seperti menunjukkan dukung atau
tidak mendukung suatu negara kepada negara lain, atau negara kepada
pemerintahan yang baru.
“Kan secara diplomatik situasi yang sama tidak hanya di
Indonesia, di Rusia juga baru selesai pemilu juga yang terpilih kan Putin, tapi
respons dari negara-negara barat terhadap Putin itu kan beda, mereka
(negara-negara barat) menuntut adanya kecurangan, bagaimana kemudian
terpilihnya Putin itu butuh manipulasi, kepalsuan, nah responsnya kan seperti
itu,” ujarnya.
Tapi di Indonesia bebernya, terpilihnya Prabowo-Gibran yang
secara keputusan KPU menang, namun responsnya tidak ada yang menuduh.
“Padahal situasi dalam negeri ini kan terjadi
gejolak,” ungkapnya.
Meskipun gugatan kecurangan terekspos di berbagai dunia
ungkapnya, namun dalam respons internasional tidak ada negara-negara yang merespons
kecurangan tersebut.
“Padahal pemilu di Indonesia itu ada kecurangan, bahkan
presiden Jokowi sendiri telah melakukan intervensi dan cawe-cawe,”
pungkasnya.[] Setiyawan Dwi
![]()
Views: 15
















