Tinta Media – Persatuan Tokoh Peduli Umat menyatakan Board of Peace (BoP) bukan jalan menuju perdamaian yang adil, melainkan instrumen politik yang melegitimasi dan melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina.
“Peace Plan (Board of Peace) yang digagas pemerintahan Donald Trump bukanlah jalan menuju perdamaian yang adil, melainkan instrumen politik yang membenarkan dan melanggengkan penjajahan Zionis Yahudi atas tanah Palestina,” tegasnya dalam video pendek (short) Tolak Board Of Peace Disuarakan Tokoh di kanal Youtube Khilafah News, Jumat (6/2/2026).
Mereka menilai rencana tersebut menutup mata terhadap akar konflik yang sesungguhnya, yakni pendudukan ilegal, perampasan tanah, ekspansi permukiman kolonial, serta penyangkalan sistematis atas hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.
“Skema ini mengabaikan akar persoalan yaitu pendudukan ilegal, perampasan tanah, pemukiman kolonial, penjajahan, dan penyangkalan sistematis terhadap rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, khususnya di Gaza,” jelasnya.
Dalam pernyataannya, Persatuan Tokoh Peduli Umat secara khusus mengkritik pengabaian terhadap Gaza yang dinilai disengaja. Mereka menegaskan bahwa Gaza merupakan bagian tak terpisahkan dari Palestina, baik secara sejarah, hukum, maupun peradaban Islam, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai wilayah yang dapat dinegosiasikan demi kepentingan politik global.
“Gaza bukan sekadar wilayah administratif, melainkan bagian dari tanah Palestina yang memiliki kedudukan historis dan religius yang tidak bisa ditawar,” ujar mereka.
Karena itu, ungkapnya, setiap rencana perdamaian yang mengabaikan posisi Gaza dinilai cacat secara moral dan politik sejak awal.
Mereka juga menilai narasi perdamaian yang dibangun melalui BoP sebagai ilusi diplomatik. Berdiri di atas penindasan bukanlah perdamaian, melainkan kelanjutan kolonialisme dengan wajah baru yang lebih halus namun sama kejamnya.
“Selama penjajahan dilegalkan serta hak-hak dasar rakyat Palestina diabaikan, selama itu pula rencana-rencana semacam ini akan gagal dan umat Islam tidak akan pernah menerima rencana semacam ini,” tegasnya.
Mereka menutup pernyataannya dengan menyampaikan bahwa penyelesaian konflik Palestina hanya dapat dicapai melalui perjuangan menegakkan keadilan, pembebasan dari penjajahan, serta pemulihan hak-hak yang dirampas, dengan dukungan tekanan politik internasional dan solidaritas global yang konsisten.[] Ikbal
![]()
Views: 17
















