Tinta Media – Jurnalis Senior Joko Prasetyo (Om Joy) mengungkapkan bahwa di tengah kekacauan dunia hari ini, muncul sebuah pertanyaan, adakah sistem yang benar-benar mampu menghadirkan keadilan?
“Di tengah kekacauan ini, satu pertanyaan menggema, pelan tapi menghantui: Adakah sistem yang benar-benar mampu menghadirkan keadilan, bukan sekadar janji?” ungkapnya dalam postingan akun pribadinya, yang bertajuk Khilafah Kewajiban Syar’i, Bisyarah Nabi, dan Janji Ilahi, Rabu (25/03/26) di laman akun Facebook Joko Prasetyo.
Jurnalis yang biasa disapa Om Joy ini memaparkan bahwa dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Sebutnya, seperti halnya ketimpangan ekonomi, hukum tumpul keatas dan tajam ke bawah, pun negeri-negeri Muslim yang tak kunjung lepas dari berbagai konflik dan intervensi, sehingga muncul pertanyaan mengenai, adakah sistem yang benar-benar adil?
“Maka pertanyaan tersebut semestinya sudah tidak baru lagi, bagi kaum Muslimin. Jawabannya telah ditulis oleh sejarah, ditegaskan oleh syariat, dan dijanjikan oleh wahyu: Khilafah,” tegasnya.
Bahkan, pasalnya, sistem yang mampu menghadirkan keadilan ini yakni Khilafah, bukan sekadar wacana politik, apalagi sekedar nostalgia semata, Khilafah bagian dari ajaran Islam.
“Bukan sekadar wacana politik. Bukan pula nostalgia romantik. Namun, bagian dari ajaran Islam itu sendiri,” ujarnya.
Kemudian, ucapnya, sejarah pun mencatat ketika Rasulullah Saw wafat, para sahabat tidak menunda pengangkatan seorang khalifah.
“Sejak wafatnya Rasulullah SAW, para sahabat tidak menunda bai’at in’iqad (baiat pengangkatan) seorang khalifah (kepala negara Khilafah), bahkan sebelum pemakaman beliau SAW selesai,” jelasnya.
Oleh karena itu, Om Joy menegaskan, bahwa ketiadaan seorang khalifah bukan sekadar keputusan politik, ini adalah kesadaran syar’i.
“Ini bukan sekadar keputusan politik. Ini adalah kesadaran syar’i. Umat ini tidak boleh hidup tanpa Khilafah lebih dari tiga hari,” tandasnya.[] Nandang Fathurrohman
![]()
Views: 10
















