Darurat Sistem Shohih Pemberi Solusi Hakiki

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – AYS (28) dan istrinya YG (24) menyiksa bayi berusia 2 tahun yang diasuhnya hingga tewas, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, gara-gara korban rewel. “Pengakuan tersangka sakit hati karena korban sering rewel dan menangis,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kuansing, AKP Shilton saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (14/6/2025) malam.

Setiap hari kita disuguhkan dengan berita-berita yang sangat miris seperti yang dilakukan oleh pasutri di Kuansing, Riau. Kekerasan, pelecehan baik fisik atau seksual bahkan kasus inses akhir-akhir ini menjadi kasus yang terus menjadi sorotan sebab hal ini menyangkut kejahatan yang terjadi di lingkungan keluarga, padahal seharusnya keluarga adalah pelindung bagi anggota keluarga yang lainnya.
Banyaknya kasus ini terjadi disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah emosi yang tidak terkendali, faktor ekonomi, kerusakan moral dan juga lemahnya keimanan juga lemahnya pemahaman tentang peran sebagai orang tua.
Sistem kehidupan sekularisme kapitalisme menghasilkan orang tua yang tidak tahu bagaimana cara mendidik dan mengasuh anak dengan benar. Kewajiban melindungi anggota keluarga memberi rasa aman dan nyaman sebagai orang tua pun hilang disebabkan sistem ini, impitan ekonomi akibat sistem kapitalisme kerap menjadi alasan melakukan penyiksaan, menelantarkan bahkan sampai melakukan kekerasan seksual. Tayangan media dan lingkungan kerap menjadi pemicu terjadinya kekerasan pada anak. Tak hanya itu sistem ini juga membuat hubungan di masyarakat menjadi individualis, tidak peduli terhadap sesama hingga memudahkan terjadinya kekerasan yang terjadi pada anak.

Sebenarnya Indonesia sudah memiliki regulasi/Undang-Undang tentang perlindungan anak dan perlindungan kekerasan seksual pada anak. Namun nyatanya UU ini tidak dapat memberikan solusi yang nyata bagi permasalahan anak. Sebab UU tersebut tidak dapat menyentuh akar permasalahan yang terjadi yang disebabkan faktor yang sangat kompleks dan saling berkaitan.

Islam adalah suatu sistem yang sempurna, di dalamnya memiliki aturan yang menyeluruh tentang kehidupan, memberikan solusi bagi setiap permasalahan termasuk permasalahan keluarga bak gunung es. Penerapan Islam secara sempurna dan menyeluruh akan menjamin terwujudnya banyak hal yang penting seperti kesejahteraan, terjaganya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT juga menjamin keamanan jiwa kita, sebab Islam adalah ideologi yang sesuai fitrah dan memuaskan akal.
Islam pun memiliki fungsi membentuk keluarga yang memiliki kepribadian Islam untuk anggota keluarganya. Negara akan memberikan fasilitas agar setiap anggota keluarga mudah untuk membentuk kepribadian setiap anggotanya dengan mengedukasi dan memberikan pemahaman tentang peran dan hukum keluarga. Sehingga setiap anggota keluarga memahami kewajiban dan pemahaman yang benar dalam membangun sebuah keluarga.
Dengan begitu penerapan Islam secara kaffah dalam aspek kehidupan akan mewujudkan keluarga yang kuat dan mampu mencegah terjadinya kekerasan dalam keluarga. Kehidupan keluarga, anak dan kedua orang tuanya akan hidup aman dan sejahtera dalam naungan khilafah.
Wallahu a’lam.

Oleh : Wulan
Sahabat Tinta Media

Views: 26

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA