Sistem Islam Mematikan Benih Feodalisme

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Mencium tangan guru adalah tradisi di pesantren yang menunjukkan rasa hormat pada sang guru dan ilmunya. Para santri melakukan dengan suka rela karena dorongan rasa cinta, bukan takut. Sungguh berbeda dengan feodalisme seperti yang dilakukan penjajah pada yang terjajah.

 

Memang tidak bisa dimungkiri, praktik feodalisme masih ada di sekitar kita meskipun para penjajah sudah diusir dari bumi nusantara oleh para pejuang dengan tetesan keringat dan darah. Namun, kemerdekaan hakiki belum bisa dirasakan sepenuhnya saat semangat feodalisme masih ditunjukkan oleh para pemimpin di negeri ini dengan menciptakan rasa takut pada rakyat agar kursi kekuasaan aman dari gangguan. Mereka yang kritis dan berseberangan dengan penguasa dianggap sebagai ancaman dan dikriminalisasi.

 

Tentunya sangat berbeda dengan budaya cium tangan yang ditunjukkan oleh santri pada gurunya. Itu adalah bentuk adab yang baik dan dibiasakan di pesantren. Adab baik—menghormati yang lebih tua—mulai hilang di kalangan remaja saat ini. Mereka kehilangan sopan santun terhadap guru atau orang tua.

 

Kapitalisme mendorong pemimpin berambisi kekuasaan untuk menciptakan ketakutan agar kekuasaannya aman. Mereka yang pandai menjilat dan memujinya dapat uang dan jabatan meskipun harus menindas saudaranya sendiri. Benih-benih feodalisme tumbuh subur dalam sistem kapitalisme.

 

Oleh karena itu, sistem kapitalisme harus diganti dengan satu sistem dari Sang Pencipta hidup, manusia, dan alam semesta. Sistem yang menjadikan kadaulatan di tangan hukum syarak, bukan manusia seperti dalam sistem demokrasi. Saat kedaulatan di tangan manusia, penguasa bebas membuat hukum yang menguntungkan pejabat dan oligarki, tetapi tidak berpihak pada rakyat.

 

Sangat berbeda saat kedaulatan di tangan hukum syarak. Hukum digali dari hukum yang bersumber dari syariat Islam yang lurus dan mulia. Semua harus tunduk pada hukum syarak, termasuk penguasa. Hukum melindungi yang lemah dari penindasan dan menghukum bagi yang berbuat tindak kriminal. Bibit-bibit feodalisme tidak akan tumbuh dalam sistem Khilafah yang menerapkan syariat Islam secara kaffah. Kehidupan islami mendorong setiap orang untuk saling menghormati dan berbuat baik pada sesama karena rasa cinta, bukan ketakutan. Sungguh indah kehidupan dalam sistem Islam. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Mochamad Efendi,

Sahabat Tinta Media

Views: 30

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA