Gagasan Pemerintah Melegalkan Tambang Ilegal Dinilai Menyesatkan Akar Persoalan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Muslimah Media Hub (MMH) menilai gagasan pemerintah yang akan melegalkan tambang ilegal justru menyesatkan akar persoalan.

“Gagasan semacam ini justru menyesatkan akar persoalan,” tuturnya di kanal YouTube Muslimah Media Hub, Bukan Soal Izin, tapi Soal Siapa yang Kuasai Tambang, Selasa (7/10/2025).

Menurut media tersebut, fakta membuktikan bahwa aktivitas pertambangan, baik yang legal maupun ilegal, telah berdampak buruk pada lingkungan, menghancurkan kehidupan masyarakat, dan menimbulkan banyak korban.

Fenomena ini menunjukkan, lanjutnya, praktik tambang makin tidak terkendali, telah mengancam kesejahteraan manusia dan masa depan generasi yang akan datang.

“Karena itu, masalah utama bukanlah soal legal maupun ilegalnya tambang, melainkan siapa yang menguasai dan mengelola sumber daya alam tersebut,” terangnya.

“Dalam sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan saat ini, sumber daya alam justru diserahkan kepada korporasi swasta dengan dalih investasi dan efisiensi. Negara dalam kapitalisme sejatinya tidak lagi berperan sebagai pengelola dan pelindung kepentingan rakyat, melainkan sebatas regulator yang memberi izin eksploitasi kepada para pemodal besar,” tambahnya lagi.

MMH menjelaskan, inilah wajah buruk sistem ekonomi kapitalis, sebuah sistem yang dikendalikan segelintir orang yang ingin meraih keuntungan dengan menjadikan alam sebagai komoditas.

Lanjutnya, keuntungan menjadi prioritas utama, sedangkan kerusakan lingkungan dan penderitaan masyarakat dianggap sebagai konsekuensi yang dapat diterima demi pembangunan. Ironisnya, semua ini terjadi dengan landasan hukum yang kuat melalui sistem demokrasi yang sedang berjalan.

Ia memandang, sistem demokrasi membuka pintu bagi agenda kapitalisme dengan memberlakukan regulasi, perizinan, dan investasi yang pro-oligarki. Dengan mengatasnamakan rakyat, kebijakan yang merugikan masyarakat malah dilegitimasi.

“Demokrasi telah menjadi payung hukum bagi Kapitalisme untuk terus mengeruk kekayaan alam, sementara rakyat hanya menjadi penonton  yang menanggung akibat dari kerusakan dan ketimpangan yang ditimbulkannya,” pungkasnya.[] Tenira

Views: 14

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA