Tinta Media – Khadim Ma’had Syaraful Haramain KH Hafidz Abdurrahman mengungkapkan sebab bangsa Arab yang besar dan digdaya.
“Bangsa Arab tidak akan mungkin menjadi bangsa yang besar, tidak mungkin menjadi umat yang digdaya, kecuali setelah Allah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan,” ungkapnya dalam video pendek Fajar Ramadan, bertajuk Ramadhan dan Jalan Panjang Perubahan Menuju Persatuan Umat, di kanal YouTube One Ummah TV, Rabu (10/3/2026).
Kiai Hafidz menegaskan, sebab bangsa Arab menjadi umat digdaya adalah karena mulai diinstalnya pula pemikiran mereka dengan Al-Qur’an. “Dari sanalah proses perubahan itu terjadi,” tandasnya.
Lebih lanjut, menurutnya, ketika Rasulullah diperintahkan Allah untuk pertama kali iqra’ (membaca) dan bukan sekedar makna membaca secara harfiah. “Membaca bukan hanya secara harfiah, tetapi mereka juga diperintahkan untuk berpikir, memikirkan apa yang mereka baca,” sambungnya.
Oleh karena itu, ujar Kiai Hafidz, Al-Qur’an diturunkan pun dalam bahasa Arab yang merupakan bahasa sehari-harinya. “Dan kemudian Al-Qur’an itu mereka pahami maknanya lalu kemudian mereka hayati, mereka pikirkan,” ujarnya.
Dari sanalah, jelas Kiai Hafidz, membuka jalan terjadi perubahan yang besar dalam diri bangsa Arab. “Dan itu sebagaimana Allah sebutkan dalam surat Ar-Ra’d. Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bianfusihim. Yang memiliki arti, sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah apa yang ada di dalam diri mereka,” ucapnya.
Menjadi sebuah pertanyaan, lanjutnya, perubahan apa yang diubah oleh bangsa Arab, yang pada akhirnya mengalami perubahan besar?
“Yang tadinya tidak memiliki peradaban, tidak mempunyai sejarah, bahkan mereka itu dikatakan sebagai orang yang ummiy buta huruf. Sampai kemudian akhirnya mereka menjadi bangsa, menjadi umat luar biasa, jawabannya adalah karena Al-Qur’an,” jawabnya dengan jelas.
Lalu, tuturnya, ketika Al-Qur’an diturunkan dan membentuk mindset bangsa Arab, dijadikannya sebagai pedoman hidup, dan diajarkan, ditatsqif langsung oleh Rasulullah selama 23 tahun, dimulai di Makkah selama 10 tahun, dan di Madinah ketika hijrah selama 13 tahun.
Kemudian, kata Kiai Hafidz, ketika bangsa Arab dibentuk mindset-nya dengan Al-Quran, hasilnya sungguh luar biasa.
“Bagaimana kemudian mereka bangsa yang tadinya tidak memiliki sejarah, bangsa yang tadinya tidak punya posisi sama sekali, tidak diperhitungkan oleh siapa pun, kemudian akhirnya mereka mencetak sejarah yang luar biasa,” tandasnya.[] Nandang Fathurrohman
![]()
Views: 1
















