Jurnalis: Rakyat Desa Juga Jadi Korban Ketika Rupiah Anjlok

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo “orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok”, Jurnalis Joko Prasetyo menerangkan bahwa hidup dalam sistem kapitalisme global, rakyat desa juga menjadi korban ketika rupiah anjlok.

“Dalam sistem kapitalisme global hari ini, rakyat desa sekalipun tetap menjadi korban ketika rupiah anjlok,” tuturnya sebagaimana rilis yang diterima Tinta Media pada Ahad (17/5/2026).

Om Joy, sapaan akrabnya, mengemukakan petani di desa memang tidak bertransaksi memakai dolar. “Tetapi pupuk, BBM, obat, mesin pertanian, logistik, hingga harga pangan sangat dipengaruhi kurs dolar,” terangnya.

Ketika rupiah melemah terhadap nilar tukar dolar Amerika Serikat, lanjut Om Joy, maka imbasnya biaya impor menjadi naik, harga produksi melonjak, lalu beban akhirnya ditimpakan kepada rakyat.

“Jadi, yang tidak memegang dolar, justru paling merasakan dampaknya,” tegasnya.

Om Joy menilai, pernyataan Prabowo yang seperti itu bukan sekadar kekeliruan teknis ekonomi, tetapi cerminan penguasa yang gagal memahami bagaimana kapitalisme bekerja menindas rakyat hingga ke desa-desa.

“Rakyat mungkin tidak memegang (dolar) di tangan mereka, tetapi hidup mereka tetap dijajah oleh sistem dolar,” pungkasnya.[] Nur Salamah

Loading

Views: 3

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA