Kiai Labib: Pembeda Manusia dengan Seluruh Makhluk adalah Akal

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ulama KH. Rokhmat S. Labib mengungkapkan pembeda antara manusia dengan seluruh makhluk Allah SWT lainnya adalah kepemilikan akal.

“Maka, yang membedakan manusia dengan seluruh makhluk Allah SWT yang terlihat di alam semesta ini, adalah karena manusia punya akal,” ujarnya dalam Special Nuzulul Qur’an: Memperingati Nuzulul Qur’an | Al-Quran: The Way of Live, Ahad (8/3/2026) di kanal YouTube One Ummah TV.

Menurutnya, akal inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Hewan tidak memiliki akal sebagaimana yang Allah SWT firmankan, (yang artinya ) “Apakah kamu mengira mereka itu mendengar dan berakal, mereka tak lain seperti hewan,” ucapnya mengutip salah satu ayat dalam Al-Qur’an.

Jadi, tegasnya, hewan itu tidak berakal, dan karena memiliki akal itulah, manusia memiliki derajat yang tinggi dibanding dengan seluruh makhluk Allah SWT yang lain.

Kiai Labib menjelaskan alasan mengapa manusia memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding seluruh makhluk  Allah SWT yang lainnya.

“Karena memang, manusia… ketika dia bertindak, ketika dia melakukan perbuatan didasarkan dengan akal. Maka, ketika kita bicara tentang kebangkitan, manusia itu akan bangkit, akan mendapatkan kedudukan yang tinggi ketika mereka menggunakan akalnya,” tandasnya.

Dan sebaliknya, sambung Kiai, manusia akan jatuh dalam derajat yang paling rendah bahkan, ketika manusia tidak menggunakan akalnya.

“Sebagai contoh, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran, ketika ada sebagian manusia, orang-orang kafir, ketika mereka diajak untuk mengikuti apa yang Allah SWT turunkan, mereka mengatakan kami hanya mengikuti bapak-bapak kami,” kutipnya.

“Apabila dikatakan pada mereka, ikutilah apa yang Allah SWT turunkan, mereka mengatakan, tidak! tetapi kami hanya mengikuti hanya sekadar mengikuti apa yang kami dapati dari bapak-bapak kami,” tambahnya.

“Itu artinya, mereka tidak menggunakan akal sedikit pun. Ketika mereka menyembah berhala yang jelas-jelas manusia tidak lebih mulia dari berhala-berhala itu, berhala yang tidak bergerak, bahkan tidak bisa menciptakan itu, mereka sembah hanya karena mengikuti bapak-bapak mereka,” tegasnya.

Lalu, ia mengutip firman Allah SWT yang artinya, apakah mereka tetap mengikuti bapak mereka sementara bapak mereka itu tidak berakal sedikit pun, tidak mengerti, tidak memahami sedikit pun, dan mereka tidak mendapat petunjuk.

“Sebenarnya, kalau kita cermati, inilah yang didobrak oleh Al-Qur’an ketika Al-Qur’an turun pertama kali,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 27

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA