Tinta Media – Menyoroti video peringatan Prof. Amin Rais kepada Presiden RI Prabowo Subianto, terkait dugaan publik terhadap perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Pakar Fiqih Kontemporer KH. Muhammad Shiddiq Al-Jawi menyerukan pentingnya kepaswadaan terhadap fenomena normalisasi LGBT.
“Kita harus mewaspadai fenomena normalisasi LGBT. Normalizing the LGBT,” ucapnya dalam video live dengan tajuk LGBT di Ruang Politik? Ahad (10/5/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.
Pasalnya, imbuh Kiai Shiddiq, jika fenomena ini didiamkan lama-kelamaan LGBT akan betul-betul menjadi sesuatu yang normal.
“Mungkin perlu waktu, tapi sejak awal apalagi kalau ini terindikasi normalizing LGBT, ini dilakukan oleh penguasa atau penguasa melakukan pembiaran, ini akan sangat gawat,” ujarnya.
Kiai Shiddiq mengatakan jika yang melakukan LGBT ini misalnya rakyat kecil atau yang tersembunyi, itu mungkin dampaknya tidak akan besar. “Tapi, kita ingat dulu di Amerika Serikat LGBT itu kira-kira 50 tahun yang lalu oleh masyarakat Amerika itu dianggap masih sesuatu yang tercela ya, secara etika ya secara hukum,” jelasnya.
Beda hal ketika saat ini, sambungnya, LGBT di Amerika, di negara-negara Barat, bahkan di negeri-negeri kaum Muslimin, upaya-upaya untuk menormalisasi LGBT itu sangat kuat.
Penguasa Jangan Jadi Pelopor Normalisasi LGBT
Kiai Shiddiq menegaskan bahwa Indonesia juga harus waspada terhadap fenomena ini. Menurutnya, video yang disampaikan Prof. Amin Rais semestinya disikapi sebagai sebuah peringatan terhadap penguasa, agar jangan menjadi pelopor normalisasi LGBT.
“Karena posisi Pak Teddy ini kan dia sekretaris kabinet, kalo ada pembiaran (dugaan perilaku LGBT), ya ini artinya nanti negara itu melakukan pembiaran terhadap normalizing LGBT itu,” ucapnya.
Maka, menurut Kiai Shiddiq, ini akan sangat berbahaya karena akan bisa menyebarkan gaya hidup liberal, ditengah-tengah kaum Muslimin.
“Jadi, ini memang saya setuju peringatan yang disampaikan oleh Pak Amin Rais, itu supaya ini ada penyikapan dari penguasa ya,” sambungnya.
Sehingga, lanjut Kiai Shiddiq, penyikapan dari penguasa ini dibutuhkan entah berupa Pak Teddy diganti atau diberhentikan, dan ini bagian dari kewaspadaan upaya untuk menghentikan normalisasi LGBT.
“Kalo ini tidak ada yang memperingatkan, lalu tidak dihentikan, ini khawatirnya nanti bisa akan berlanjut normalisasi LGBT ini untuk tahun-tahun kedepan, dan ini makin lama bisa makin besar, dan sudah terlambat kalau seperti di Amerika sekarang,” pungkasnya. [] Nandang Fathurrohman.
![]()
Views: 5










