Tinta Media – Menyikapi isu sektarian yang berkembang di tengah masyarakat, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengemukakan bahwa seorang Muslim harus siap bersatu tapi sekaligus juga siap berbeda.
“Nah karenanya, sebenarnya, begitu kita menjadi seorang Muslim itu, kita harus bersiap bersatu tapi sekaligus juga bersiap berbeda,” ujarnya dalam LiveFokus yang bertajuk Isu-Isu Sektarian dalam Pergolakan Dunia Islam, Ahad (26/4/2026) di kanal YouTube UIY Official.
Hanya menurutnya, perbedaan di situ ada perbedaan yang bisa ditolerir dan ada perbedaan yang tidak bisa ditolerir.
“Perbedaan yang bisa ditolerir itu adalah perbedaan yang bersifat ijtihadi, atau dia ikhtilaf namanya, bukan inkhirof (penyimpangan),” jelasnya.
Nah kalau ikhtilaf, terang UIY, itu terjadi dalam masalah furu’ (masalah cabang), bukan masalah ushul (masalah pokok).
“Itu seperti tata cara wudhu, tata cara shalat, qunut tidak qunut, terawih itu 8 rakaat, 20 (rakaat), dan sebagainya, itu adalah masalah furu’, itu ikhtilaf,” terangnya.
UIY menambahkan, penyikapan terhadap ikhtilaf masalah furu’ ini, mesti punya kaidah. “Kaidahnya adalah yang tidak punya dalil mengikuti yang punya dalil, yang dalilnya lemah mengikuti dalil yang kuat,” tegasnya.
Kalau sama-sama kuat dalilnya, jelas UIY, maka tasamuh atau toleransi. Sebagaimana soal qunut tidak qunut, itu kalau didiskusikan gak akan selesai-selesai, karena memang dalilnya sama-sama kuat.
“Yang mau qunut silahkan yang enggak mau qunut silahkan! Yang penting shalat subuh dan shalat subuhnya 2 rakaat. Kalau shalat subuhnya 3 rakaat, itu namanya bukan ikhtilaf, tapi inkhirof, penyimpangan,” bebernya.
Menurut UIY, penyimpangan pokok (ushul) sebagaimana contoh shalat subuh 2 raka’at tersebut yang tidak boleh ditolerir.
UIY kembali mecontohkan penyimpangan yang harus tidak bisa ditolerir. Seperti misalnya, ada satu kelompok yang menyebut bahwa mereka punya kitab suci sendiri selain Al-Qur’an.
“Itu merupakan pengacak-acakkan terhadap Al-Qur’an (yang tidak bisa ditolerir),” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka
![]()
Views: 1










