Tinta Media – Pengamat Politik dan Ekonomi, Ustadz Ahmad Mukti Al Mansyur, menegaskan bahwa tidak ada solusi yang paripurna untuk menyelesaikan persoalan kehidupan manusia di dunia kecuali solusi yang datang dari Islam.
“Tidak ada solusi yang paripurna kecuali solusi yang datangnya dari Islam. Kenapa? Karena memang Islam itu memberi seluruh pemecahan perkara,” ujarnya dalam podcast bincang persoalan umat bertajuk “Investigasi Politik: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, Semakin Baik?” di kanal YouTube Megapolitan News Forum – MNV TV ID, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, Islam memberikan pedoman lengkap dalam setiap urusan kehidupan, baik pada level individu, masyarakat, maupun negara.
“Baik itu urusan perkara ibadah, perkara makanan, perkara minuman, termasuk perkara muamalah yang besar-besar ini. Investasi, keuangan, juga batas wilayah, dan segala macam,” jelasnya.
Ia menambahkan, Islam juga mengatur secara tegas kepemilikan sumber daya alam agar dapat terdistribusi secara adil dan merata, sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan hidup umat manusia.
“Apakah boleh kita memiliki laut? Enggak boleh. Apakah boleh kita memiliki batu bara, gas bumi, minyak? Enggak boleh. Itu semua milik umat. Dikelola negara, setelah itu negara memberikan haknya kepada masyarakat untuk menyejahterakan masyarakat,” terangnya.
Dalam Islam, lanjutnya, aturan dan tujuan negara di antaranya adalah menjaga tersedianya kebutuhan pokok, menjaga akal, dan keamanan jiwa manusia.
“Negara harus menyediakan keamanan, memiliki aparat-aparat yang bersih, dan memiliki akidah yang kokoh. Dan itu tidak ada kecuali dalam Islam,” ujarnya.
Namun demikian, Ustadz Mukti menerangkan bahwa pelaksanaan sistem Islam yang mulia membutuhkan tiga hal penting.
“Satu, individu yang taat. Yang kedua, saling mengendalikan dan mengontrol. Yang ketiga, negara menerapkan sistem dengan compliance and integrity (kepatuhan dan integritas),” paparnya.
Ia kemudian menutup dengan menegaskan bahwa tujuan utama bernegara dalam Islam adalah mewujudkan negeri yang beriman dan bertakwa agar mendapatkan keberkahan dari langit dan bumi.
“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi,” kutipnya.
Jadi, Ustadz Mukti menegaskan, tujuan bernegara kita (yang benar) itu adalah memunculkan negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa.
“At the end, punya barokah (keberkahan) dari langit dan bumi,” tandasnya.[] Muhar
Views: 54
















