Prof. Fahmi: Peradaban Islam Itu Unik, Ketika Diterapkan secara Kaffah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Prof. Fahmi Amhar menuturkan bahwa peradaban Islam itu unik, ketika dijalankannya perintah Allah dan Rasul-Nya dengan kaffah (menyeluruh).
 
“Itu yang unik di dalam peradaban Islam. Jadi, peradaban Islam itu ketika aneka perintah-perintah Allah dan Rasul itu dijalankan dengan kaffah, dengan menyeluruh,” tuturnya dalam acara live Ayo Sama-Sama Memperingati Nuzulul Quran dengan tajuk, Al-Qur’an: The Way of Life, di kanal YouTube One Ummah TV, Ahad (08/03/26).
 
Pasalnya, tambah Prof. Fahmi, uniknya ketika Islam diterapkan secara kaffah adalah akan membuka banyak potensi dalam diri manusia dengan akal budinya. “Dia punya curiosity (punya keingintahuan), dia juga punya creativity (bisa menciptakan hal yang baru),” tambahnya.
 
Namun, lanjutnya, selain manusia punya potensi, di sisi lain manusia pun punya kebutuhan-kebutuhan, dan Al-Qur’an bisa mewadahi itu dengan memberikan arahan yang benar, “Nah, itu bertemu dan Qur’an mewadahi itu, Qur’an memberikan arah bagaimana supaya ilmu pengetahuan itu didapatkan dengan cara yang benar, dan diamalkan dengan cara yang benar,” bebernya.
 
Sehingga, menurutnya, peradaban Islam itu selain unik, juga tidak menindas manusia baik secara individu, maupun suatu bangsa. “Sehingga, peradaban Islam itu tidak menindas manusia, baik secara perorangan, maupun menindas orang lain, menindas bangsa lain,” ucapnya.
 
Namun, ketika Al-Qur’an ditinggalkan, bahkan hingga ajaran Islam dilupakan, kata Prof Fahmi, maka akibatnya umat akan mengalami degradasi hingga terjajah.
 
“Sebaliknya, ketika kemudian Qur’an ditinggalkan, ajaran Islam dilupakan, maka umat Islam mengalami degradasi, walhasil kemudian umat Islam tertindas, terjajah,” jelasnya.
 
Pun demikian, menurut Prof. Fahmi, ketika orang yang di luar Islam tidak diarahkan oleh ajaran Al-Qur’an, maka akibatnya orang tersebut akan menggunakan ilmu pengetahuannya untuk jalan yang salah, tidak mengajak kepada keimanan, pun tidak membawa kepada harkat martabat manusia yang tinggi dan luhur.
 
“Bahkan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dipakai untuk menjajah bangsa lain, singkat kata bangsa mana pun ya tanpa ilmu pengetahuan, mereka akan terjajah ya. Sementara, teknologi tanpa diarahkan oleh Al-Qur’an dia akan menjajah,” mirisnya.
 
Terakhir, Prof. Fahmi menegaskan, bahwa agar ilmu pengetahuan dan teknologi ini tidak dipakai sembarangan, dengan tujuan selain yang dibenarkan oleh Al-Qur’an, maka di sinilah peran penting umat Islam, untuk menguasai teknologi dan menerapkannya, dengan cara-cara Al-Qur’an.
 
“Mereka dengan cara itu akan menghasilkan peradaban yang membebaskan dunia dari penjajahan,” pungkasnya.[] Nandang Fathurrohman

Loading

Views: 34

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA