Kritik Dianggap Ancaman, Itulah Watak Sistem Sekuler

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Teror dari orang yang tak dikenal menimpa Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, setelah melayangkan surat kepada UNICEF pada Jumat (06/02/2026).

Tiyo Ardianto dikuntit dan diteror oleh dua orang bertubuh tegap setelah menyurati UNICEF terkait kasus seorang siswa kelas 4 SD berinisial YBR (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan ada tuduhan LGBT terhadap Tiyo Ardianto. Bukan hanya kepada Tiyo Ardianto, tetapi juga kepada keluarganya hingga puluhan anggota BEM UGM lainnya (tvOnenews.com, 22/02/2026).

Mahasiswa yang kritis terhadap fakta hari ini sering kali mendapatkan perlakuan yang tidak baik. Bahkan bukan hanya mahasiswa, tetapi para aktivis dan kreator konten juga mengalami hal yang sama. Sesungguhnya, masyarakat sudah banyak yang menyadari bahwa kondisi negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Adanya generasi muda yang berani bersuara menunjukkan adanya kesadaran dan keprihatinan terhadap berbagai masalah yang terjadi hari ini.

Suara-suara seperti ini seharusnya mendapat dukungan dari masyarakat dan aparat kepolisian, namun yang terjadi tidaklah demikian. Setiap peristiwa pasti terjadi pro dan kontra; ada yang mendukung, tetapi banyak pula yang mencemooh. Bukan hanya kasus Tiyo Ardianto, berbagai kasus lain yang serupa juga sama, yakni akan berhadapan dengan pihak rezim. Pihak rezim beserta aparat keamanan bisa saja bertindak sangat arogan dan represif terhadap masyarakat. Fakta memang demikian, setiap ada pihak yang mengkritisi kebijakan pemerintahan selalu dianggap sebagai ancaman yang mengganggu sehingga harus ditindak.

Dalam sistem yang berlandaskan sekularisme, aparat kepolisian bisa bertindak sewenang-wenang tanpa rasa takut akan pertanggungjawaban di hadapan Allah. Mereka bahkan bisa sangat arogan dalam memperlakukan aktivis yang kritis. Banyak masyarakat yang menjadi korban kekerasan aparat, menjadi sasaran tanpa kejelasan hukum. Sampai-sampai tidak sedikit masyarakat yang tidak percaya lagi kepada aparat kepolisian sebagai pelindung. Hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah; bahkan yang salah bisa menjadi benar, yang benar bisa menjadi salah.

Dalam sistem sekuler kapitalisme, kritik dianggap sebagai ancaman sehingga siapa saja yang berani mengkritik kebijakan akan diperlakukan seperti musuh. Suara kritis dibungkam dengan teror dan intimidasi hingga mengancam nyawa. Aparat bekerja dan tunduk pada kekuasaan yang tidak menjadikan iman sebagai landasannya. Inilah watak dari sistem sekuler yang tidak bisa membentuk karakter seseorang, termasuk aparat keamanan atau kepolisian.

Sebaliknya, Islam mampu membentuk karakter seseorang agar hidup lebih terarah. Dalam sistem pemerintahan Islam, aparat kepolisian bertugas melindungi rakyat, menjaga ketertiban, menegakkan hukum, dan menciptakan suasana aman berdasarkan syariat Islam. Mereka bekerja hanya untuk mewujudkan rasa aman serta menjaga jiwa, harta, akal, dan agama. Departemen keamanan dalam Islam menjadikan akidah sebagai landasan dalam menjalankan tugasnya. Mereka sadar bahwa semua perbuatannya dalam menegakkan hukum harus sesuai dengan syariat. Tidak boleh ada tindakan kesewenang-wenangan tanpa kejelasan hukum.

Sistem Islam mampu membentuk karakter yang berkepribadian Islam. Karakter itulah yang menjadi landasan ketika mereka bertugas sebagai pelindung dan penjaga ketertiban masyarakat. Perlakuannya tidak represif dan arogan ketika menghadapi masyarakat yang kritis. Suara kritis justru akan menjadi muhasabah bagi penguasa dan aparat keamanan, yang akan diterima sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai ancaman. Mereka bekerja secara profesional, tidak mudah dibeli, serta taat dan tunduk pada hukum Allah.

Perubahan karakter hanya bisa dibentuk oleh sistem yang melandasinya. Walhasil, perubahan harus dilakukan secara mendasar, bukan hanya perubahan orang, tetapi perubahan ke arah penerapan syariat Islam secara kafah dalam bingkai Khilafah. Wallahualam bish-shawab.

Oleh: Dartem
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 22

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA