Tinta Media – Ketidakberdayaan umat Islam di dunia kian tampak, karena hanya mampu mengecam atau bahkan diam ketika menyaksikan genosida yang dilakukan kaum kafir Zionis Yahudi Israel terhadap saudara seiman di Palestina. Hal itu menjadikan Zionis kian pongah dan jemawa, sehingga melakukan aksi semakin biadab terhadap warga Palestina.
Zionis kian berani menantang dunia dengan mengesahkan Undang-undang (UU) yang dipandang berlawanan dengan UU Internasional. Menurut laporan harian Yedioth Ahronoth, Parlemen Israel (Knesset) telah mengesahkan UU kontroversial yang mengizinkan hukuman mati bagi tahanan Palestina pada hari Senin (30/03/2026). UU itu disetujui dalam pembacaan kedua dan ketiga dengan 62 suara mendukung, 48 menentang, dan satu abstain (Sindonews, 31/03/2026).
Kebijakan tersebut memang tidak serta-merta didukung oleh seluruh dunia. Akan tetapi, lagi-lagi dunia hanya memberikan kritik dan kecaman. Padahal, kritik dan kecaman tersebut tidak pernah dianggap oleh Zionis. Hal itu menunjukkan dunia khususnya dunia Islam sangat lemah tidak berdaya di bawah Zionis yang semakin percaya diri pada puncak kezalimannya.
Umat Islam di seluruh dunia harus paham, bahwa sejatinya UU tersebut lahir justru menunjukkan kegagalan Zionis dalam mengintimidasi penduduk Palestina agar menghentikan perlawanannya. Mereka akan terus melakukan segala cara untuk mengalahkan rakyat Palestina. Oleh karena itu, tidak layak hanya ditanggapi dengan kecaman.
Umat Islam seluruh dunia, terutama para penguasa dan tokoh masyarakat tidak pantas berdiam diri atau merasa cukup dengan hanya menyampaikan kecaman. Mereka harus berani melakukan langkah-langkah politik untuk membungkam kebiadaban Zionis di bawah dukungan Amerika.
Fakta-fakta telah cukup menampakkan bahwa umat Islam tidak mungkin lagi hanya berharap kepada kepemimpinan yang masih berasaskan selain Islam. Sudah tiba waktunya untuk menggagas perubahan besar dan revolusioner dengan mengambil langkah politik melalui dakwah Islam ideologis sesuai thariqah dakwah Rasulullah saw.
Kepemimpinan yang bisa diharapkan adalah kepemimpinan yang berlandaskan akidah Islam. Sebab, dalam Islam memandang bahwa pemimpin adalah perisai yang akan melindungi rakyatnya. Oleh karena itu, kepemimpinan yang tegak atas dasar Islam (Khilafah) akan menegakkan jihad akbar dengan mengirimkan kekuatan militernya untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis.
Hadis Rasulullah Saw yang artinya : “Sesungguhnya imam (khalifah/pemimpin) itu perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya”. (HR Imam Muslim dan Bukhari)
Arti perisai adalah bahwa pemimpin wajib melindungi rakyat dari bahaya, menjamin keadilan, serta mencegah kezaliman terjadi kepada mereka. Terwujudnya kepemimpinan Islam butuh diupayakan dengan memahamkan umat, tokoh, dan penguasa bahwa solusi hakiki satu-satunya yang dapat membebaskan Palestina hanyalah dengan jihad dan Khilafah. Wallahu a’lam bish-shawab.
Oleh: Wida Nusaibah,
Pemerhati Masalah Global
![]()
Views: 4
















