Tinta Media – Pemerintah menjalankan program yang katanya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, yaitu Program Koperasi Merah Putih. Namun, program ini justru menimbulkan banyak polemik di masyarakat.
Selain lokasinya yang tidak sesuai dengan kebutuhan layanan masyarakat, misalnya ada yang dibangun di tengah hutan, di dekat makam, dan pembangunannya saling berdekatan, cara penyeleksian untuk menjadi manajer juga sangat aneh. Apakah orang yang akan mengelola toko harus menjalani pelatihan seperti militer?
Sebenarnya mereka akan melayani masyarakat atau berperang melawan masyarakat? Anggaran untuk seragam dan pelatihan juga tidak kecil. Ini justru menambah beban negara. Padahal, barangnya saja belum ada, tetapi dana sudah dikeluarkan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
Allah berfirman, “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra: 26-27)
Selain itu, barang yang dijual di koperasi juga bukan hasil UMKM. Padahal, kalau memang tujuannya meningkatkan ekonomi masyarakat, seharusnya memasarkan hasil karya masyarakat, bukan barang-barang yang sama seperti di minimarket.
Sebenarnya, program ini untuk siapa? Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat atau hanya sebuah proyek untuk menghabiskan anggaran tanpa batas dan tanpa manfaat yang jelas?
Seharusnya pemerintah peka terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. Masih banyak hal yang harusnya lebih diprioritaskan dan dibutuhkan masyarakat, seperti:
Pertama, lapangan pekerjaan yang dipermudah.
Kedua, pendidikan dan akses menuju sekolah yang mudah. Masih banyak anak bangsa yang berjuang berat untuk bisa ke sekolah.
Ketiga, kesehatan yang belum merata di daerah pelosok. Mereka yang ingin berobat harus melewati banyak perjuangan untuk sampai ke rumah sakit. Dokter ahli pun masih jarang ada di sana.
Keempat, pendidikan dan kesehatan gratis dengan kualitas terbaik.
Kelima, harga kebutuhan pokok yang stabil.
Dalam Islam, setiap kebijakan direncanakan dengan sangat teliti, tidak serampangan. Program harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan anggarannya juga sesuai kebutuhan. Semua hal benar-benar dimusyawarahkan secara matang apa manfaatnya bagi masyarakat.
Allah memerintahkan, “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali Imran: 159)
Setiap uang yang dikeluarkan oleh seorang pemimpin ada pertanggungjawabannya, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Maka, seorang pemimpin tidak sembarangan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan anggaran.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari Muslim)
Setiap masyarakat, di mana pun berada, harus merasakan fasilitas yang sama, karena pertanggungjawaban seorang pemimpin dan pejabat di hadapan Allah kelak sangat berat. Karena itu, mereka tidak pernah sembarangan dalam mengambil keputusan.
Pemimpin dalam Islam lebih mementingkan kebutuhan masyarakat dibanding pribadi dan keluarganya. Pemimpin adalah pelayan umat, yang berkewajiban memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat. Tidak seorang pun luput dari perhatian seorang pemimpin.
Allah juga berfirman tentang keadilan,
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa: 58)
Masyarakat merupakan pengontrol kebijakan pemimpin. Jika ada kesalahan, masyarakat punya kewajiban mengkritik dan mengingatkan seorang pemimpin, karena apa yang dipimpinnya adalah amanah yang harus dijalankan sesuai syariat.
Menjadi pemimpin tidak boleh marah ketika dikritik. Ia harus mendengar kritikan, karena masyarakat lebih tahu apa yang mereka butuhkan. Jadi, dalam Islam, antara pemimpin dan masyarakat harus saling bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, aman, dan taat pada aturan Allah.
Mari kita mengingatkan pemimpin kita. Jika memang kebijakannya sudah melenceng dari tujuan utamanya, pemimpin harusnya mendengar setiap kritikan dari masyarakat agar tercipta negara yang aman, adil, dan sejahtera.
Oleh: Suparti
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 2
















