Ketika Rumah Tak Lagi Aman, Bukti Gagalnya Sistem Kehidupan Sekuler

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Publik dikejutkan dengan viralnya kasus pelesehan seksual dalam lingkup keluarga yang diunggah melalui akun Facebook dalam grup “ Fantasi sedarah”. Ironisnya, grup tersebut diikuti oleh lebih dari 32 ribu pengikut, angka yang mengerikan, sekaligus mencerminkan rusaknya moral sebagian masyarakat saat ini. Sungguh menjijikkan, ketika hal yang seharusnya menjadi aib dan dikutuk justru dipertontonkan dan dirayakan di ruang publik digital.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat yang paling aman, khususnya bagi anak-anak, kini justru menjadi tempat yang paling berbahaya. Peran keluarga sebagai benteng pertama penjaga moral dan akhlak telah runtuh. Lebih dari sekadar tindakan menyimpang, ini adalah bukti kerusakan yang sistemik dan mendalam.

Fenomena kasus ini tumbuh dari sistem kehidupan rusak, yang memisahkan agama dari kehidupan (sekularisme). Ketika nilai-nilai agama dijauhkan dari rumah, pendidikan, dan pergaulan, maka tidak heran jika manusia kehilangan arah, hidup mengikuti hawa nafsu tanpa batas. Bahkan, hewan pun masih memiliki naluri untuk menjaga spesiesnya dari perilaku menyimpang seperti ini. Apakah ini yang dikatakan lebih rendah dari binatang?

Sistem yang mendominasi kehidupan saat ini, yaitu sekuler dan liberal, telah menjadikan kebebasan sebagai nilai tertinggi, tanpa peduli apakah sesuatu itu bermoral atau tidak. Inilah yang melahirkan konten-konten pornografi, seks bebas, bahkan penyimpangan seksual, yang mudah diakses dan dijadikan konsumsi publik. Ketika penyimpangan itu terjadi dalam lingkup keluarga, jelas bahwa kerusakan ini telah mencapai titik nadir.

Islam memiliki pandangan yang sangat tegas terhadap pelecehan seksual, terlebih dalam lingkup keluarga. Negara dalam sistem Islam tidak akan membiarkan penyimpangan seperti ini berkembang. Ia akan menutup semua pintu menuju kerusakan, mulai dari pendidikan berbasis akidah, pengawasan terhadap media, hingga penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan seksual. Selama sistem hidup yang diterapkan masih menjauhkan manusia dari aturan Allah, kasus-kasus menjijikkan seperti ini akan terus berulang.

Sudah saatnya kita melihat bahwa masalah ini tidak cukup diselesaikan dengan kecaman atau penangkapan semata. Solusi hakiki hanya lahir ketika kita berani meninggalkan sistem rusak saat ini dan kembali pada aturan yang datang dari Zat yang menciptakan manusia, yaitu sistem Islam.

 

Oleh: Sulis Setiawati,S.Pd

Sahabat Tinta Media

Views: 18

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA