Tinta Media – Dalam sepekan terakhir, gas elpiji atau LPG 3 kilogram mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah, termasuk di Kelurahan Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com (31/1/2025), di salah satu pangkalan elpiji 3 kilogram, stok gas melon subsidi itu sudah langka sejak seminggu terakhir.
Kelangkaan ini dialami oleh warga khususnya di Jakarta Selatan. Stok LPG 3 kg itu menjadi langka dan sudah seminggu lebih. Salah seorang warga yang bernama Merry juga mengatakan bahwa: kelangkaan ini karena stok yang diberikan agen terbatas, kemudian diperparah dengan hari-hari libur yaitu Isra mi’raj dan Imlek yang menghambat pendistribusian gas ke pangkalan-pangkalannya.
Banyak dari warga yang kecewa akibat kelangkaan tabung LPG 3 kg itu, ditambah juga banyak warga yang kaya juga membeli gas melon subsidi 3 kg yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat miskin.
Pemerintah pun mengubah cara membeli tabung LPG ini yang mewajibkan para pengecer beralih pada pangkalan resmi. Sungguh ini akan menyulitkan bagi para pengecer yang bermodalkan kecil dan memperbesar bisnis pemilik pangkalan. Ini menunjukkan negara mendukung para pemilik modal besarlah pada orang-orang kecil.
Kelangkaan tabung LPG 3 kg ini merupakan salah satu hal yang membuat negara ini bukan semakin sejahtera, melainkan sebaliknya. Semua janji menjadi palsu jika terus berada di sistem yang salah. Tabung LPG 3 kg ini menjadi langka di 2025 ini. Apa maksud tujuan pemerintah?
Tabung LPG merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Kini menjadi langka dan menyulitkan masyarakat. Sampai ada berita korban salah seorang nenek yang meninggal akibat lama mengantri ingin membeli gas LPG. Jika sudah memakan korban, siapakah yang harus disalahkan? Tentu semua kembali pada si pembuat aturan di negara ini. Sebuah aturan yang hanya akan mengancam keselamatan masyarakatnya.
Beda halnya dengan Islam yang sudah menjamin rakyatnya, bahkan segala kebutuhan serba dimudahkan. Dalam Islam, semua SDA digratiskan.tapi dalam sistem kapitalisme ini semua hak rakyat direnggut. Semua kekayaan diberikan kepada asing dan pemilik modal besar. Ini mencerminkan bahwa negara ini bukannya disejahterakan malah sebaliknya. Allah SWT berfirman:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْر
Artinya: “Allah menghendaki kalian kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan (kesukaran),” (QS. al-Baqarah:185)َ
Nabi juga bersabda:
“Barang siapa yang mempersulit urusan seorang mukmin di dunia,maka Alloh akan mempersulit urusannya diakhirat.”(HR .muslim)
Bahkan Allah SWT dan Rasul-Nya telah menekankan agar tidak mempersulit urusan orang lain. Apalagi ini yang menerapkannya adalah seorang pemimpin yang seharusnya menjadi teladan dan memperingan kesulitan rakyatnya. Mereka seakan buta pada ayat Al-Qur’an yang seharusnya menjadi pedoman hidup dan kunci semua permasalahan. Jikalau masih tetap dalam sistem kapitalisme ini maka tidak akan ada perubahan melainkan kesengsaraan.
Tiap 5 tahun sekali terjadi pergantian pemimpin, tapi kenyataannya malah semakin melemahkan rakyatnya. Maka dari itu, solusinya hanyalah dengan menegakkan kembali daulah Islam agar umat sejahtera di dalam aturan Islam. Kita membuka hati umat selebar-lebarnya dengan memperlihatkan fakta bahwa jika kita selalu mengikuti aturan yang salah, maka kita hanya akan selalu sulit. Selain itu mengajak masyarakat untuk mengkaji Islam secara kaffah sehingga tahu apa tujuan hidup kita dan kunci semua permasalahan hidup.
Islam sangat menjamin umatnya dengan pengelolaan SDM, SDA, dan lainnya dengan teratur dan stabil karena berdasarkan arahan peraturan islam. Islam mengutamakan kepentingan umat. Seorang Khalifah yang mengatur kesejahteraan untuk umat karena dalam Islam semua urusan di dunia hanyalah sementara dan akan dimintai pertanggungjawaban besar terkhusus dalam mengurusi umat. Khalifah sebagai pemimpin umat pun benar-benar akan menerapkan hanya aturan Islam.
Wallahu’alam bishawaab.
Oleh: Irna Syarifah Aeni
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 11





